Wabup Jangan Anti Kritik

Warga Menulis
Oleh: Andri Kurniawan
Warga Karawang, pemerhati pemerintahan.

Minggu (29/9/2014)


DALAM situasi dan kondisi Karawang saat ini sebaiknya Pemerintah Kabupaten Karawang di bawah kendali Wakil Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana lebih fokus kepada realisasi kerja nyata, bukan malah memperbayak acara seremonial. Tumpuan dan harapan masyarakat Karawang sekarang ada pada wakil bupati untuk melakukan pembenahan serta memulihkan kembali kondisi Karawang yang sempat terpuruk.

Semester kedua di tahun ke empat dan satu tahun terakhir periode pemerintahan Karawang, yakni 15 bulan menjelang habisnya rezim sekarang, wakil bupati harus dapat menunjukkan kerja nyatanya terhadap masyarakat, dari pelayanan publik dan pembangunan. Begitu pun dengan para pejabat pembantu di bawahnya, jangan hanya Asal Bos Senang (ABS).

Untuk itu, saya berharap figur dr.Cellica Nurrachadiana mampu menunjukan integritasnya kepada masyarakat Karawang, karena tidak sedikit kritikan yang dibidikkan secara khusus kepada wakil bupati secara langsung, media cetak, media elektronik maupun di media sosial terkait seringnya wabup hadir di beberapa acara undangan seremonial.

Sering, wabup menunjukkan sikap-sikap yang sifatnya menimbulkan reaksi publik,  walaupun saya secara pribadi meyakini itu merupakan bentuk atau cara wabup dalam mendekatkan diri dengan masyarakat, tetapi memang jika dilihat dari aspek kepatutan dengan kondisi Karawang saat ini, hal seperti itu harusnya agak dikurangi, apa lagi seperti kemarin ada acara joged-joged.

Banyaknya kritikan pedas dari publik yang harus dipahami wabup, mungkin sampai saat ini masyarakat Karawang masih merasakan duka yang mendalam atas bertubi tubinya persoalan beberpa waktu lalu yang menimpa Karawang dan wabup pun harusnya menerima dengan lapang hati, serta ‘legowo’ atas kritikan- kritikan tersebut.

Sikapi dengan bijak, bila perlu pihak-pihak yang intensif mengkritisi diundang untuk diajak bicara dan dimintai saran juga pendapatnya, karena seorang pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang mau menampung saran serta pendapat masyarakatnya.

Ada hal yang harus menjadi fokus perhatian wakil bupati menjelang akhir tahun 2014 ini, yakni soal serapan anggaran. Sudahkah wabup mempertanyakan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD),  khususnya OPD teknis terkait realisasi kerja, berapa persen mereka mampu menyerap anggaran di masing-masing OPD-nya?

Jangan sampai Sisa Lebih Pagu Anggaran (SILPA) di tahun anggaran 2014 ini meningkat secara fantastis, mengingat setiap tahun APBD Karawang semakin meningkat. Saya pribadi sebagai masyarakat Karawang sangat miris ketika mendengar Karawang menghabiskan uang saja tidak bisa, apa lagi mencari uang.

Karawang jangan bangga dengan adanya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai 100 persen. Ingat! Peningkatan PAD Karawang tersebut disebabkan adanya pengelolaan dan pengalokasian BPHTB ke kas Daerah Karawang berdasarkan Undang Undang No. 28 Tahun 2009 tentang pajak daerah, karena Karawang sejak 16 Maret 2011 sudah mengefektifkan prodak hukum tersebut, maka sudah secara otomatis PAD Karawang meningkat sampai 100 persen.

Jadi intinya, wabup harus dapat menunjukan realisasi kerja nyata, kurangi hal yang sifatnya seremonial. Kemudian, serap sekecil apa pun aspirasi masyarakat, meskipun itu dalam bentuk kritikan pedas, karena saya yakin dan selalu berprasangka baik akan kritikan-kritkan itu, sebab kritikan merupakan bentuk perhatian khusus masyarakat terhadap pemimpinnya dan jangan disikapi bahwa kritikan tersebut tendensius.

Sekali lagi saya sarankan kepada Wabup, undang pihak mana pun yang kritis, mintai saran serta pendapatnya, saya yakin mereka adalah orang-orang hebat yang perlu ditampung aspirasinya. (*)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -