Sejuta Tanda Tangan, Aksi Menolak Pilkada Tak Langsung

KARAWANG, KarawangNews.com – Elemen masyarakat Pangkal Perjuangan Karawang menggelar aksi sejuta tanda tangan penolakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tidak langsung melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Senin (22/9/2014) di bundaran mall, Jalan Ahmad Yani, Karawang.

Aksi massa yang digagas Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Karawang ini diawali dengan ‘longmarch’ dari komplek Islamic Center hingga bunderan mall, aksi ini juga menyeru kepada masyarakat agar ikut menolak pemilihan bupati oleh DPRD yang dinilai telah mengebiri hak-hak rakyat.

Koordintaor aksi juga Ketua DPC PKB Karawang, Jimmy Ahmad Zamaksyari dalam orasinya menyerukan, penolakan  secara tegas  terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada yang akan diparipurnakan 25 September 2014 besok oleh DPR RI.

“Pemilihan bupati oleh DPRD itu rentan dengan permainan politik uang dan bisa dipastikan tidak pro rakyat. Pemilihan melalui DPRD menghilangkan kontrak politik antara rakyat dengan calon. Bupati terpilih tidak mempunyai tanggungjawab dan tidak memiliki konsekuensi politik bagi rakyat,” ujar Jimmy.

Kata dia, rakyat sudah terbiasa dengan mekanisme pemilihan secara langsung. Jika memang pemilihan secara langsung masih banyak kekurangan tentunya harus diperbaiki. Lagi pula, pemilihan oleh DPRD akan membunuh demokrasi yang telah dibeli  dengan nyawa teman-teman mahasiswa pada tahun 1998 lalu.

Pemilihan kepala daerah oleh DPRD, bagi Jimmy tidak menjamin sirnanya praktek politik uang. Hal itu, menurutnya justru malah mempersubur praktik permainan politik uang pada segelintir elite politisi yang bisa merugikan rakyat.

“Seharusnya mereka bisa berpikir jernih dan tidak mementingkan kepentingan elite partai,”ucapnya. (mus)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -