PT Keihin dan PT Multi Sinemar Jaya Ditutup Paksa

KARAWANG, KarawangNews.com - LSM Laskar Merah Putih (LMP) Karawang menuntut PT Keihin dan PT Multi Sinemar Jaya ditutup, karena diduga melanggar aturan ijin mendirikan perusahaan. Tuntutan itu disampaikan kepada Asisten Daerah Kabupaten Karawang Drs. Teddy Rusfendi dan BPMPT, Rabu (24/9/2014) di ruang rapat bupati lantai 2, Pemda Karawang.

Selain diterima Teddy, audiensi di ruang rapat ini dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membahas keberadaan kedua perusahaan tersebut.

Pelanggaran perizinan kedua perusahaan itu menjadi fokus pembahasan, terutama terkait dengan perizinan yang dikeluarkan BPMPT dan Disperindagtamben.

Dalam proses audiensi tersebut sempat terjadi perdebatan antara BPMPT dan LMP, karena LMP menilai pelanggaran yang dilakukan PT Keihin itu ihwalnya dari keteledoran BPMPT dalam mengeluarkan perizinan. Perizinan yang diterbitkan BPMPT bagi PT Keihin, ternyata berada di lahan tanah sengketa.

Setelah perdebatan panjang, akhirnya disimpulkan PT Keihin akan ditutup sementara oleh Pemkab Karawang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Bila perlu dibongkar saja, karena PT Keihin sudah jelas data-data perijinannya illegal. Apalagi, lokasi perusahaannya tidak masuk dalam kawasan KIKC,” tegas Ketua LMP, Sutejo MS.

Kabid Pengolahan BPMPT, Rosmalia Dewi mengaku, perizinan yang dikeluarkan BPMPT dapat dicabut kembali dengan berbagai pertimbangan. Semisal terdapat manipulasi data serta ketentuan lain yang melanggar aturan.

“Dulu saat pengajuan perizinan, Keihin ini lengkap semua persyaratan dan terdapat surat pernyataan bahwa tanah yang ditempati untuk lokasi tidak dalam sengketa. Sehingga BPMPT berani mengeluarkan perizinan,” ucap Rosmalia.

Sedangkan untuk PT Multi Sinemar Jaya Klari yang memproduksi air minum dalam kemasan, menurut LMP telah melakukan menempati lokasi di wilayah kecamatan yang tidak boleh dieksplorasi sumber air tanah, karena perusahaan ini memanfaatkan sumber air bawah tanah.

Beberapa pelanggaran lain yang dilakukan perusahaan yang memproduksi air minum dalam kemasan merk Anita ini tidak memiliki dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup/Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL/UPL).

Dokumen tersebut merupakan salah satu syarat yang harus terpenuhi sebagai bagian ijin dampak lingkungan.

Dengan mencermati hasil paparan dalam rapat ini, akhirnya Pemda Karawang dan LSM LMP bersepakat untuk melakukan penutupan terhadap kedua perusahaan tersebut.

Sementara, Teddy Rusfendi menyatakan, PT Keihin layak ditutup oleh Satuan Satpol PP.

"Kami minta SatPol PP melakukan tindakan terhadap Keihin dan Multi Sinemar Jaya,” kata Teddy. (mus)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -