Pencemar dari Purwakarta dan Subang Harus Diberi Sanksi

KARAWANG, KarawangNews.com -Wakil Ketua DPRD Karawang, Sri Rahayu meminta Wakil Bupati dr. Cellica Nurrachadiana berunding dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan Bupati Subang Ojang terkait limbah pabrik dari dua kabupaten itu yang mencemari sungai di Karawang.

Hal itu diungkapkannya saat meninjau langsung Bendung Barugbug di Kecamatan Jatisari, Kamis (25/9/2014) siang, air yang mengalir dari Purwakarta dan Subang yang sampai ke bendung ini berwarna hitam pekat dan beraroma bau, diduga tercemar limbah pabrik dari dua kabupaten itu.

Sri Rahayu didampingi Kabid Wasdal Badan Pengelolaan Lingkugan Hidup (BPLH) Karawang, Neneng Junengsih didampingi aparat desa dan kecamatan setempat meminta supaya Cellica tidak diam soal limbah yang berbahaya ini. Kata Sri Rahayu, ini pencemaran yang terang-terangan dan harus ada tindakan tegas.

"Ini keterlaluan, harus ada tindakan tegas dari Pemerintah Karawang, karena ini merugikan kita," jelas Sri, dengan nada kesal.

Diakuinya, Cellica sebagai pimpinan tertinggi di Kabupaten Karawang, harus mengundang Dedi Mulyadi dan Ojang untuk menindak pencemar lingkungan dari dua kabupaten tersebut.

"Harus berani dong, harus dipanggil kedua bupati tersebut, untuk menyelesaikan permasalahan ini, karena yang rugi adalah warga Karawang," tegasnya.

Sementara itu, Neneng Junengsih mengatakan, BPLH Karawang terus mengawasi aliran dari Sungai Ciherang di Bendung Barugbug. Soal pencemaran ini, pihaknya sudah melaporkan kepada BPLH Daerah Provinsi Jawa Barat.

"Kami sudah mengambil sempel air dari Bendung Barugbug ini," ucapnya.

Diketahui, Bendung Barugbug dirikan tahun 1949 oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Direktorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air Pemerintah Provinsi Jabar dan di kelola oleh pihak BBWS Citarum.

Selain dialiri Sungai Ciherang, Bendung Barugbug juga dialiri anak Sungai Citarum. Bandung Barugbug ini dibangun untuk mengairi 2.926 hektare area persawahan di sekitar Bendung Barugbug, serta di sekitar aliran Sungai Ciherang dan anak sungai Citarum yang mengalir hingga ke muara sungai di daerah Cilamaya. (gsg)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -