Keberadaan Brimob Berlama-lama Bikin Warga Gerah

KARAWANG, KarawangNews.com - Warga di Desa Wanasari, Margamulya dan Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat gerah dengan kehadiran anggota Brimob di tengah lingkungan mereka, karena aparat tersebut terkesan mengintimidasi mereka, pasca eksekusi lahan tiga desa itu pada Mei 2014 lalu.

Merasa tertekan dengan kehadiran aparat, maka lima orang perwakilan petani dari tiga desa itu mendatangi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Jalan Tirtayasa VII No. 20 Komplek PTK Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/9/2014).

Para pemilik tanah ini mempertanyakan aturan penempatan Brimob di tanah yang masih sengketa, harusnya Polri bersikap independent, tidak memihak perusahaan yang telah berhasil mengeksekusi tanah warga tersebut. Perwakilan dari tiga desa tersebut, datang ke Kompolnas didampingi

Kontras, Lembaga Bantuan Hukum Jaringan Masyarakat Peduli Hukum (LBH JMPH) dan Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA).

Kepala Divisi Legitasi LBH JMPH, Moris Moy Purba SH, menyampaikan, penempatan dan waktu yang dianggap cukup lama Brimob di atas lahan sengekta itu menjadi ketakutan bagi petani untuk melakukan aktivitas sehari-hari, yakni berladang.

"Karena ini secara langsung akan menimbulkan intimidasi pisikologis bagi petani itu sendiri," kata Moris.

Sementara itu, Sekretaris Departemen Keamanan dan Pertahanan DPP PDI Perjuangan, Fallen, yang hadir dalam audiensi ini mengatakan, keberadaan posko Brimob di atas lahan sengketa tersebut merupakan penyalahgunaan aparat secara legal. Parahnya, Brimob menunjukan arogansi di hadapan rakyat. Maka, pihaknya meminta untuk menarik pasukan Brimob dari lokasi lahan sengketa tersebut. Dengan demikian, Kompolnas RI diminta melakukan sidak ke lokasi pendirian posko Brimob.

"Apakah aparat ini pembela rakyat, pelindung rakyat atau pembela korporasi," ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Komisioner Kompolnas RI, Edi Saputra Hasibuan, memahami permasalahan warga sengketa lahan di tiga desa itu, karena warga di tiga desa itu juga merupakan bagian masyarakat Indonesia.
Kata Edi, pihaknya berjanji akan mengirimkan surat ke Kapolri dan Kapolda terkait alasan penempatan anggota Brimob dan posko yang didirikan di tanah sengketa itu. (man)






Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -