Cuaca Buruk, Nelayan Subang Enggan Melaut

SUBANG, KarawangNews.com - Cuaca buruk yang melanda pesisir pantai utara (Pantura) Subang sejak sebulan ini, menyebabkan para nelayan enggan melaut. Selain itu, pasokan solar masih tersendat, kondisi ini menyebabkan harga ikan laut di Subang melonjak hingga 40 persen.

Sekretaris KUD Fajar Sidik, Blanakan, Dasam MB mengatakan, banyak nelayan di wilayah kerjanya sebulan ini tidak melaut, karena gelombang ombak laut mencapai dua meter.

"Ada yang memaksa melaut, akibatnya nelayan itu dilaporkan tenggelam di perbatasan Karawang dan Subang dan beruntung bisa diselamatkan," kata Dasam.

Meski demikian, tidak semua nelayan menunda untuk melaut, sebagian nelayan masih nekad melaut meski beresiko berhadapan dengan gelombang besar. Umumnya mereka yang nekad melaut adalah para nelayan yang menggunakan perahu dengan ukuran besar.

Selain itu, pasokan solar yang dikurangi masih terasa dialami oleh nelayan anggota KUD. Kata Dasam, akibat tidak melaut sebagian nelayan, berimbas pada sepinya aktivitas di tempat pelelangan ikan.

"Harga ikan laut pun mengalami lonjakan kenaikan hingga 40 persen," jelasnya.

Diketahui, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Blanakan Subang menunjukkan, harga ikan laut rata-rata naik Rp 10 ribu/kg untuk jenis ikan-ikan favorit, seperti ikan kakap merah, tenggiri termasuk ikan kerapu.

Ikan cumi mengalami kenaikan yang paling tinggi yaitu Rp 17 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Kenaikan ini dipicu menurunya pasokan ikan ke pelelangan, karena biasanya sehari tak kurang dari 15-20 ton ikan, tetapi selama sebulan ini mengalami penurunan. [tinjau]
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -