Yono Kurniawan: Siapa Sesungguhnya Mafia Tanah

KARAWANG, KarawangNews.com -  Kuasa Hukum lahan sengketa warga tiga desa, Wanasari, Wanakerta dan Margamulya di Kecamatan Telukjembe Barat, Yono Kurniawan SH menilai ganjil dan aneh dengan ungkapan kuasa hukum PT SAMP di sejumlah media massa terkait persoalan hukum di tanah tersebut. 

"Apa yang diungkapkan kuasa hukum PT SAMP, Yuliana di media itu aneh, kata Yaliana ada yang menghambat investasi dan ini ulah mafia tanah, lalu yang sesungguhnya mafia tanah siapa," ujarnya Yono Kurniawan, Senin (18/8) kepada wartawan.

Kata Yono, dalam pernyataannya di media massa, Yuliana menyatakan, PT SAMP memenangkan gugatan dengan 48 warga, kemudian atas putusan itu dilakukanlah eksekusi tanah seluas 350 hektar.

"Pertanyaan saya, yang dia menangkan atas gugatan dengan 48 warga itu hingga putusan PK itu luas kepemilikan tanahnya berapa, apakah 48 warga ini pemilik tanah yang seluas 350 hektar?" timpalnya.

Sebetulnya, lanjut Yono, di atas 350 hektar tanah itu, Kuasa Hukum PT SAMP tidak mengetahui ada berapa bidang kepemilikan. Dipertanyakan Yono, apakah PT SAMP mengetahui berapa ratus warga yang sudah berpuluh-puluh tahun bayar pajak dan turun temurun mengelola tanah tersebut.

"Berapa ratus warga di atas tanah itu yang bayar pajak, tercatat di buku C, bahkan sebagian sudah memiliki sertifikat hak milik, tidak pernah ikut gugat-menggugat dengan PT SAMP, tetapi saat ini tanahnya malah ikut tereksekusi," tegasnya.

Pihaknya menghimbau, kepada semua pihak terkait, sebagai sesama penegak hukum yang diamanatkan undang-undang, diajak untuk menjunjung tinggi rasa kadilan masyarakat.

"Mari kita tegakan hukum dengan menjunjung tinggi rasa keadilan di masyarakat, jangan sampai kita dibutakan hati, malah ‘maju tak gentar membela yang bayar’. Terlebih toh semuanya tahu, publik tahu, bahwa di atas objek tanah 350 hektar tersebut bukan hanya PT SAMP yang menang hingga tingkat PK, sebanyak 4 putusan warga pun menang hingga tingkat PK, tetapi tetap saja tanahnya diambil dalam proses eksekusi tersebut," ucapnya

Dia juga menanatang tuduahan kuasa hukum PT SAMP untuk membuktikan mafia tanah di balik kasus lahan sengketa di Karawang. Dia berbalik tanya, siapa sesunggunya mafia tanah yang merampas hak warga.

“Coba perlihatkan kepada orang Karawang, apakah anda (PT SAMP, red) sudah punya sertifikat kepemilikan atas tanah tersebut. Pasca eksekusi ini anda sedang berupaya keras untuk mensertifikatkan tanah tersebut atas nama perusahaan, tapi terhambat, karena masih ada proses gugatan warga, hal inilah yang membuat anda kesal,” jelasnya.

Dengan demikian, Yono menyerahkan kepada masyarakat untuk bebas menilai siapa sesungguhnya mafia tanah dan apakah PT SAMP ini investor yang punya itikad baik. Kata Yono, untuk menilai itu masyarakat Karawang sudah cerdas, mana mafia tanah dan mana saja pihak-pihak yang membantu mafia tanah, sehingga saat ini bisa menguasai fisik tanah warga. (hil)

Advertisement
BERIKAN KOMENTAR ()