Yayasan Minhajut Thalibin Buka SMK Berbasis Pesantren

SUBANG, KarawangNews.com - Yayasan Minhajut Thalibin di Dusun Pungangan,  Desa Rancabango, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang di tahun pelajaran baru 2014-2015 ini membuka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Dibukanya sekolah tersebut untuk menyeimbangkan pengetahuan keagamaan serta pengetahuan umum.

"Di tahun ini kami buka SMK, setelah banyaknya permintaan wali santri yang ingin anaknya yang mondok di Pondok Pesantren Minhajut Thalibin bisa mengenyam pendidikan formal," ujar Kepala Sekolah SMK Minhajut Thalibin, M Mujahid, S. Pd.I, disela-sela kegiatan Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD), Rabu (6/8/2014).

Dia menyampaikan, memang menjadi keharusan bagi lembaga pendidikan untuk meningkatkan kualitas pengetahuan peserta didiknya dan santrinya yang berkaitan dengan pengetahuan keagamaan maupun umum.

"Memang harus seimbang antara dunia dan akhirat," ucapnya.

Meski SMK ini baru dibuka, tapi siswa untuk angkatan pertama itu tergolong cukup banyak dibanding dengan sekolah-sekolah swasta sederajat yang ada di lingkungan sekitar saat SMK ini pertama buka.

"Siswa barunya ada 34 orang, mudah-mudahan kami bisa menjaga kepercayaan orang tua mereka, karena mayoritas yang sekolah di sini adalah santri yang juga mukim di pesantren," ujar M Mujahid.

Selain SMK, pada tahun 2012 lalu Yayasan Minhajut Thalibin juga sudah membuka Sekolah Menengah Pertama (SMP). Antusiasme wali santri untuk menyekolahkan anaknya di SMP yang baru itu juga sangat luar biasa, di tahun pertamanya mendapat siswa sebanyak dua kelas, kemudian di tahun kedua juga sama sebanyak dua kelas dan tahun ajaran baru 2014-2015 ini bertambah menjadi tiga kelas.

"Sekarang peserta didik SMP mencapai 215 orang, kelas VII tiga kelas, kelas VIII dua kelas dan kelas IX dua kelas," tambahnya.

Kepala SMP Minhajut Thalibin, Ade Mahbub Romly, S.Pd.I menambahkan, yang menjadi keunggulan SMP Minhajut Thalibin adalah siswa SMP yang kaya pengetahuan keagamaannya, terutama etika dan akhlak yang saat ini diketahui mengalami degradasi, sudah mulai pudar di kalangan para pelajar.

"Aktivitas siswa selain mengikuti kegiatan belajar mengajar juga terus dipantau rutinitas praktek pemahaman keagamaan, mulai dari sholat duha termasuk hafalan ayat-ayat Al-Qur'an," ujar Ade. (zi)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -