Wartawan Dilarang Meliput Pelantikan DPRD


KARAWANG, KarawangNews.com – Sejumlah tamu undangan dan wartawan dilarang polisi masuk ke Gedung Sidang Paripurna DPRD untuk mengikuti prosesi pelantikan 49 anggota DPRD Karawang terpilih periode 2014-2019, Selasa (5/8/2014) pukul 9.00 WIB. Alasan larangan ini rancu, polisi hanya menyatakan demi keamanan, karena hanya beberapa tamu undangan dan media yang memiliki kartu masuk yang diperbolehkan hadir di dalam ruangan.

Merasa kecewa tidak bisa masuk, sejumlah tamu undangan dari sejumlah partai marah, mereka menyobek kartu undangan, sedangkan para wartawan yang juga kesal tidak bisa meliput melakukan aksi di depan gedung rakyat ini, mereka mengumpulkan kartu pers sebagai bentuk protes.

“Ini perhelatan rakyat dan gedung ini jelas-jelas milik rakyat, tapi kenapa kita tidak diijinkan masuk,” kata seorang tamu undangan utusan Partai PPP, Rudi Nizar, dengan wajah kesal.

Sementara itu, wartawan Sindo, Bayu mengungkapkan kesesalannya juga, mengingat prosesi pelantikan ini harus bisa dilihat langsung oleh wartawan, agar bisa mengambil gambar dan menulis situasi di dalam gedung tersebut.

“Polisi sebagai keamanan harusnya tidak menghalangi wartawan masuk untuk meliput, termasuk Sekretaris DPRD, harus bertanggungjawab,” cetusnya.

Di tengah situasi yang sedang naik pitam ini, Ketua Panwaslu Karawang yang juga senior wartawan Karawang, Nourkinan, hanya bisa menyaksikan ketegangan antara polisi dan tamu undangan di depan pintu masuk gedung tersebut. Nourkinan malah memilih diam dan menyaksikan prosesi pelantikan itu dari layar televisi yang disediakan untuk umum di luar gedung.

“Apa boleh dikata, kalau tidak boleh masuk saya disini saja,” ujarnya, sambil mengambil tempat duduk yang sudah disiapkan di luar gedung. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -