Kades Payungsari Akan Dilaporkan Warganya ke Kejari

KARAWANG, KarawangNews.com - Warga Desa Payungsari, Kecamatan Pedes mendesak kepala desanya H. Ade Johan untuk mundur dari jabatannya, karena dinilai tidak pro rakyat. Sejumlah warga mengatakan, kades ini tidak mencerminkan seorang pemimin desa, melainkan bak seorang koboi Pantura yang dikenal raja ‘nyawer’.

Rencananya, Rabu (27/8) besok, ribuan warga Desa Payungsari akan melakukan aksi demo besar-besaran, mendesak kepala desa mundur. Keterangan sejumlah warga yang dihimpun wartawan, Ade Johan tak pernah hadir dalam kegiatan masyarakat, bahkan 17 Agustusan kemarin tak terlihat batang hidung kades ini.

Tak hanya itu, warga pun sulit mendapatkan pelayanan jika datang ke kantornya, bahkan dia sulit dihubungi via telepon. Hal lain yang membuat warga geram adalah mobil desa Nissan Evalia yang dibagikan Pemda untuk keperluan desa, kenyataannya mobil itu dimodiv seolah milik pribadi, nomor plat merahnya pun ditutup plastik hitam untuk menyamarkan mobil dinas.

Seperti pengakuan Iwan (33), dia geram dan jengkel dengan kelakuan kepala desanya ini. Anggaran Dana Desa (ADD) Rp 80 juta pun raib tanpa realisasi dan laporan jelas, bahkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pun menolak laporannya itu.

“Raskin pun tak turun, karena Juli kemarin nunggak,” kata Iwan, Senin (25/8/2014) sore.

Hal senada diungkapkan Ismail (56), kades Ade Johan seolah menantang BPD, karena sudah dua kali tidak memenuhi panggilan BPD. Untuk ketiga kalinya Ade Johan akan dipanggil Rabu besok, bersamaan dengan demo besar-besaran warga Payungsari.

“Kades ini kenal raja ‘nyawer’ di Pantura, dia juga dikenal koboi Karawang di Pantura,” kata Ismail, dengan nada kesal.

Diketahui, rencana demo warga ini bukan yang pertama, demo tersebut sudah sering dilakukan warga, bahkan dahulu aparatnya pun pernah berunjuk rasa. Namun begitu, demo maupun kritikan warga tak pernah mengiang di telinganya, kades koboi ini tetap saja bertingkah menyebalkan.

Kata Ismail, kades ini sering memalsukan tanda tangan ketua RT dan ketua RW, kemudian gajinya dimakan kades sendiri, sehingga banyak ketua RT dan RW mengundurkan diri. Namun, tingkah kades malah semakin menjadi, mantan ketua RT dan RW itu yang mengundurkan diri itu seolah masih bekerja sebagai aparat desanya, sedangkan gajinya tetap dia ambil.

“Waktu itu kami dukung dengan syarat, jika di tengah masa jabatannya ada penyimpangan, maka dia siap dikritik dan siap mundur, tetapi kenyataannya saat ini dia seolah menantang warganya sendiri untuk berbuat semaunya,” jelasnya.

Sementara itu, warga Desa Payungsari pun mendesak para anggota BPD agar melaporkan H. Ade johan ke Kejaksaan Negeri Karawang, seperti dikatakan warga Desa Payungsari, Koko Sutarto (47), warga di desa ini mendesak agar kepala desa dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Karawang, karena dinilai telah melakukan tindakan korupsi, diantaranya penyelewengan dana ADD tahun 2014 ini.

Desakan warga itu sengaja diarahkan kepada BPD agar melapor ke kejaksaan, diantaranya bukti-bukti penyelewengan ADD untuk jalan lingkungan di RT 01 RW 02. Diduga, uang ADD itu habis dipakai sendiri oleh kepala desa.

“Saya berharap, BPD pro aktif melaksanakan perannya sebagai mitra kerja desa. Jika kepala desanya korupsi, maka BPD harus bertindak, agar masyarakat mengetahui kinerja BPD yang sebenarnya, kalau saja para BPD diam saja kami anggap BPD sekongkol korupsi dengan kepala desa,” tandas Koko.

Mengomentari hal ini, Ketua BPD Desa Payungsari, Karyono, mengatakan, dia akan berpihak kepada masyarakat, maka dia sudah memanggil kepada kepala desa, meski yang dipanggilnya itu tidak datang. Dia berharap, supaya warga bersabar jangan terburu nafsu, karena bagaimana pun juga pihaknya harus menempuh secara prosedur.

“Saya sudah memanggil kepada kades, ternyata dia tidak datang dan kalau saja hari Rabu besok dia tidak menghadiri panggilan lagi, maka saya akan bersikap tegas melaporkan kepala desa Ade Johan ke kejaksaan, karena memang sudah terbukti dia melakukan penyelewengan dana ADD tahun 2014," tegasnya. (y/spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -