TPA Jalupang Belum Gunakan ‘Sanitary Landfill’

KARAWANG, KarawangNews.com – Dari jumlah penduduk warga Karawang sebanyak 2,2 juta jiwa, diperkirakan setiap orang membuang sampah sehari sekitar 0,4 kubik, sehingga warga Karawang memproduksi 8 ribu sampah sehari, tetapi sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang di Kecamatan Kotabaru sekitar 470 kubik.

“Kita baru bisa mengangkut sampah di seluruh Kabupaten Karawang sekitar 400-an kubik, karena masih minimnya armada dan tenaga yang kita miliki, itu pun kita terus berupaya menciptakan kebersihan,” kata Kepala Dinas Cipta Karya Karawang, Drs. Dedi Ahdiyat, Selasa (26/8/2014) siang.

Kata dia, saat ini pengolahan sampah di TPA Jalupang masih tradisional, yaitu ‘open dumping’, karena Pemerintah Kabupaten Karawang belum melakukan pengolahan sampah dengan sistem ‘sanitary landfill’.

Diakuinya, pengolahan sampah dengan sistem ‘open dumping’  sudah mulai ditinggalkan beberapa darah, karena ini merupakan cara tradisional. Bahkan, Kementerian Lingkungan Hidup telah mewajibkan seluruh daerah di Indonesia meninggalkan sistem ‘open dumping’ pengolahan sampah.

Rencananya, luas lahan TPA Jalupang akan ditambah 3,8 hektare, selain untuk memperluas area pembuangan sampah juga persiapan membuat instalasi pengolahan lumpur tinja, yaitu membuat kolam-kolam penyaringan.

Sementara itu, daerah Leuwisisir di Telukjambe Barat yang telah beberapa tahun lalu direncanakan menjadi TPA sampah gagal direalisasikan, karena mendapat penolakan warga setempat. Anggaran untuk Leuwisisir ini sekitar Rp 6 miliar. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -