Setelah Dilantik, Sri Rahayu Syukuran

KARAWANG, KarawangNews.com - Pasca Pelantikan Anggota DPRD Karawang periode 2014-2019 beberapa 5 Agustus 2014, legislator asal  partai Golkar Karawang Sri Rahayu Agustina Suroto menggelar tasyakuran sebagai wujud ‘tahadus binnikmah’ dan ucapan terima kasih atas kepercayaan masyarakat karawang yang telah memberikan mandat kepada dirinya untuk menjadi wakil rakyat. Acara yang di isi dengan santunan anak yatim dan ceramah agama ini dihadiri ratusan kader dan masyarakat dari enam kecamatan yang ada di Dapil 1.

Dalam sambutannya Sri yang pada saat pelantikan menjadi unsur pimpinan DPRD Karawang sementara, mengajak seluruh masyarakat untuk berperan lebih aktif dalam partisipasinya membangun kota pangkal perjuangan ini. Kata dia, sebagai ini wakiln seluruh masyarakat khususnya yang ada di Dapil 1, jadi apa saja yang menjadi prioritas kebutuhan itulah yang akan dia perjuangkan dan ini perlu harmonisasi komunikasi yang terus dibangun melalui ‘partnership’ dengan seluruh lapisan masyarakat.

“Insya allah melalui pola seperti ini harapan kita semuanya agar peningkatan perbaikan dari waktu ke waktu dapat dirasakan,” ujar Sri.

Lebih jauh jawara suara Pileg 2014 ini menyatakan, dia meminta semua pihak untuk mengawal dan memberikan kritik yang konstruktif untuk optimalisasi kerja dan kinerjanya selama lima tahun kedepan, ia pun mengatakan kalau dia merasa lebih senang  dengan keberadaan ‘civil society’ yang ikut terlibat melakukan control terhadap apa yang menjadi kebijakan pemerintah daerah, bahkan Sri mengajak seluruh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Ormas dan Insan Pers untuk bersama sama membangun karawang yang lebih maju tentu saja dengan peran kita masing masing.

“Bagaimanapun sinergitas seluruh komponen akan lebih mempercepat upaya peningkatan pembangunan” tegas Sri.

Terkait dengan kondisi pemerintahan di karawang, Sri mengingatkan agar semua pihak menjaga kondusifitas dan tetap menghormati proses hukum yang menimpa Bupati karawang. Dia mengajak, agar masyarakat menjauh dari asumsi dan spekulasi.

“Kita tidak boleh menghakimi seseorang sebelum ada vonis, justru saya mengajak untuk menghormati asas praduga tak bersalah (presumption of innocent), bahkan bagi kita yang beragama Islam harus mengedepankan sikap ‘khusnudzon’ dan hindari gibah, proses hukum tidak boleh diintervensi kekuatan politik,” jelasnya. (nal)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -