Polres Karawang Sebar Sketsa Penculik Bayi

Sketsa wajah Ami.
KARAWANG, KarawangNews.com - Kamis (8/8/2014) siang, Polres Karawang menyebar sketsa wajah yang diduga telah menculik bayi yang terjadi pada Rabu (6/8/2014) sekitar pukul 10.00 WIB. Sketsa tersebut disebar hingga ke Polda Jawa Barat, polisi memburu pelaku ini untuk mengungkap sindikat penculikan anak dan bayi.

Ciri-ciri pelaku, berjenis kelamin perempuan dan berlogat Jawa, mempunyai tinggi badan sekitar 150 cm, kulit sawo matang, rambut panjang ikal, sering di ikat rambutnya, mempunyai hidung pesek, bentuk wajah bulat namun dagunya tirus lonjong, alisnya agak tebal, berbadan lebar agak semok, perkiraan usianya 22 tahun sampai 25 tahun, ada tahi lalat di pipi dekat hidung di sebelah kiri. Terakhir pelaku dilihat saksi menggunakan jaket hitam bergaris-garis serta di dalamnya memakai kaos warna merah.

Diketahui, pelaku bernama Ami ini adalah seorang pembantu rumah tangga asal daerah Klaten, Jawa Tengah yang baru dipekerjakan di rumah Wiwi di Perumahan Griya Mas Lestari, Blok D3 No. 3 RT 35/RW 09, Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur. Selain pembantu, Ami juga dipercaya Wiwi mengasuh anak keduanya bernama Berlian Maurinapisa usia 10 bulan.

Di hari pertama Ami bekerja, pada Rabu sekitar pukul 10.00 WIB, dia membawa kabur Berlian Maurinapisa, dia berdalih kepada orang yang ditemuinya akan membawa bayi itu ke pasar. Ternyata, Ami tidak kembali selama 6 jam, kemudian keluarga bayi tersebut menduga Berlian diculik, lalu dilakukan pencarian dan melaporkan kejadian itu ke polisi.

Setelah dicari polisi, akhirnya bayi itu ditemukan di toilet umum Pasar Kosambi, sekitar 20 km dari rumahnya di Perum Griya Mas Lestari Karawang Timur. Untuk memastikan bayi yang ditemukan itu adalah Berlian Maurinapisa, keluarganya langsung meluncur ke Pasar Kosambi dan ternyata bayi yang dicari itu adalah Berlian yang sengaja ditinggal pengasuhnya, tetapi anting dan gelang emas bayi itu hilang, diduga dipreteli Ami.

Kapolres Karawang, AKBP Daddy Hartadi mengatakan, hasil sketsa wajah ini berdasar keterangan tiga saksi, yakni ibu korban, kemudian tantenya dan tukang ojek langganan keluarga korban. Kapolres menghimbau, agar hati-hati menerima pembantu rumah tangga, apalagi yang belum dikenal.

Kata Kapolres, dia akan memburu Ami, karena dikhawatirkan pengasuh tersebut terlibat dalam sindikat penculik anak dan bayi. Jika perlu, sketsa wajah tersebut tidak hanya disebar di Jawa Barat, melainkan se-Pulau Jawa, agar bisa segera menangkapnya.

“Sindikat penculikan atau bukan, tetapi ini sudah jelas direncakan oleh pelaku,” ungkap AKBP Daddy Hartadi. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -