Polisi dan Massa Bentrok di Tanjungpura

KARAWANG, KarawangNews.com - Ribuan massa bentok dengan polisi di lampu merah Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, Senin (18/8/2014) siang, ribuan massa yang akan bertolak ke Jakarta itu dihadang pagar betis polisi. Aksi massa ini hendak datang ke Jakarta untuk mendemo hasil sidang perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2014.

Bentrokan ini merupakan simulasi pengamanan kontingensi yang dilaksanakan Polres Karawang, antisipasi aksi massa besar yang menolak hasil keptususan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sidang perkara PHPU di Jakarta.

Dalam aksi massa itu diceritakan, warga Karawang akan bertolak ke Jakarta, tetapi mereka dihadang polisi di lampu merah Tanjungpura, kemudian massa melakukan orasi dan akhirnya ‘chaos’ dengan polisi. Massa yang anarkis ini kemudian dibubarkan paksa polisi.

Bentrokan polisi dan warga ini menyebabkan demonstran mengalami luka serius, setelah dipukul mundur polisi huru-hara dan tembakan peluru karet. Massa akhirnya mundur setelah polisi menembakan ‘water canon’ dan gas air mata kearah massa. Polisi pun menangkap beberapa demonstran yang dianggap provokator.

Dijelaskan Kapolres Karawang, AKBP Daddy Hartadi S.Ik, M.Hum, untuk menghalau massa yang bringas ini, Polres Karawang melibatkan kekuatan 750 personel anggotanya, dua SSK (Satuan Setingkat Kompi) Brimob, serta dua tim anti anarkis yang terdiri dari satu peleton personel dalam setiap tim, Polres Karawang juga dibantu oleh Satpol PP dan TNI.

Pengamanan situasi kontingensi ini harus dilakukan agar tidak terjadi kerusuhan besar di Jakarta, pengamanan ini pun dilaksanakan untuk mencegah penganiayaan terhadap pejabat pemerintah dari aksi teror terhadap penyelenggara Pemilu, serta kejahatan-kejahatan lainnya yang berhubungan dengan tindak kriminalitas yang dapat menganggu Kamtibmas pasca Pilpres 2014 ini.

“Massa ini kita halau di perbatasan Karawang-Bekasi, tepatnya di Tanjungpura, asumsi kita massa yang akan demo sebanyak 1.000 orang lebih dan kita siagakan 750 personil,” kata Daddy.

Selain itu, polisi pun akan menutup sejumlah ruas jalan di wilayah-wilayah yang dianggap rawan, untuk mencegah pengerahan massa ke Jakarta. Ini seduai intruksi Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol M. Iriawan, jika ada pergerakan massa menggunakan bus, truk atau kendaraan lainnya menuju MK di Jakarta akan langsung dihadang.

“Polisi akan menghadang dan meminta mereka untuk mengurungkan niatnya,” kata Daddy.

Selain menjaga akses jalan menuju ke Jakarta di Karawang, Polres Karawang pun akan menjaga ketat kantor-kantor pemerintah Kabupaten Karawang, diantaranya menjaga ketat kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang.

Massa yang dilibatkan sebagai demonstran dalam simulasi ini diantaranya organisasi buruh, Sispamdu Zhadoel dan masyarakat umum. (gsg)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -