Pemprov Jabar MoU Gakkumdu Lingkungan Hidup

KARAWANG, KarawangNews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat tentang penegakan hukum terpadu (Gakkumdu), Kamis (21/8/2014).

Nota kesepahaman terkait permasalah lingkungan tersebut berlangsung di Aula Barat Gedung Sate dan ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Ferry Wibisono, Kepala Kepolisisan Daerah Jawa Barat Irjen Pol M Iriawan dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Nota kesepahaman ini mendesak dilakukan mengingat adanya sejumlah permasalahan lingkungan di Jawa Barat membutuhkan penanganan serius dengan langkah-langkah teknis yang detail. Selama ini, permasalahan lingkungan tersebut terkesan jalan ditempat dan kurang menjadi prioritas untuk diselesaikan.

Gubernur Ahmad Heryawan dalam pertemuan tersebut memaparkan, untuk melindungi lingkungan hidup dari kerusakan yang timbul, MoU penegakan hukum menjadi prioritas utama. Lebih lanjut gubernur mengatakan, MOU yang dilakukan ini juga memuat beberapa langkah teknis penanganan, diantaranya koordinasi dengan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat.

“Diharapkan melalui MoU ini dapat menyelesaikan persoalan lingkungan hidup seperti pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup lainnya,” ujar Ahmad Heryawan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, terkait penambangan Karst (batu kapur) di Kabupaten Karawang, Bupati Karawang telah mengirimkan surat untuk menghentikan penambangan ini karena kegiatan pertambangan kembali berlangsung. Sebagai tindak lanjut akan dilakukan kajian penelitian mengenai kewilayahan yang dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas ESDM Jawa Barat, serta Badan Geologi.

Ditambahkan Deddy, penambangan karst di Karawang merupakan aktifitas pertambangan yang perlu dikaji lebih jauh. Disamping banyak yang belum mendapat ijin, Bupati Ade Swara telah menerbitkan surat penghentian aktifitas penambangan.

Beberapa waktu yang lalu, warga masyarakat penambang mengadakan aksi penolakan penututpan aktifitas tambang. Mereka juga menuntut agar surat Bupati terkait penutupan aktifitas pertambangn dicabut, karena dianggap menyalahi aturan RTRW Karawang, yang menyatakan Karawang Selatan sebagai daerah pertambangan.

Selanjutnya, dengan melalui delegasi beberapa puluh orang tersebut menagdakan audiensi dengan Pemda Karawang yang dihadiri oleh Wakapolres Karawang. Disepaktati dalam pertemuan tersebut, aktifitas pertambangn akan tetap berhenti sampai dikeluarkannya hasil kajian dari berbbagai pihak terkait.

Namun, menurut informasi yang berkembang, sebagaian penambangan terus beroperasi. Untuk menangani hal ini, Wagub Deddy Mizwar menginginkan adanya penegakan aturan dan adanya komitmen dengan tindakan yang tegas dari setiap OPD terkait hal tersebut.

“MOU, dimaksudkan untuk membangun komitmen untuk bersama-sama menjaga pelestarian lingkungan hidup demi keberlangsungan makhluk hidup,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Karawang dr. Cellica Nurrachadiana saat ditemui di kantornya mengatakan, penutupan pertambangan adalah kebijakan pemerintah provinsi yang diteruskan oleh pemerintah daerah Kabupaten Karawang. Cellica menambahkan, saat ini terkait kajiannya belum diputuskan.

Untuk itu, Cellica berharap para pelaku usaha tambang, dapat bersinergi dengan pemerintah provinsi mengenai aturan-aturannya.

“Jangan sampai nanti menimbulkan masalah, sampai aturan untuk pertambangan jelas,” ujarnya.

Dia berharap, ada kerjasama dengan penambang yang menggunakan alat berat dengan lebih sabar menunggu kajian-kajian dari pihak Pemprov Jabar. Terkait ada penambang dengan alat berat yang masih beroperasi saat ini, Cellica menyatakan harus ditindak sesuai aturan.

“Yang bandel harus ada sanksi hokum, tapi kita berupaya lebih dulu dengan cara-cara yang persuasif untuk mencari solusi yang terbaik,” ujarnya. (mus)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -