Pemkab Kurang Implementatif Terhadap RTH

Warga Menulis
Oleh: Fiqri Agni Yuntafi
Mahasiswa Universitas Singaperbangsa (Unsika) Karawang

Jumat (29/8/2014)

RUANG TERBUKA HIJAU mutlak di Karawang, ini merupakan implementasi dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2013 tentang rancangan tata ruang wilayah Kabupaten Karawang,  pasal 24  yang menjelasakan untuk pembuatan RTH itu adalah minimal 30 persen dari luas lahan perkotaan sekitar 9.400 hektar.

Sehingga, RTH harus ada dengan meliputi taman, sarana olahraga, lahan hijau pada ruang privat lainnya. Namun sangat disayangkan Pemerintah Kabupaten Karawang, belum melakukan aksi nyata untuk mengimplementasikan sebagaimana aturan yang sudah ditetapkanya.

Pemerintah daerah melalui Dinas Cipta Karya perlu memiliki andil di dalam pembangunan ruang terbuka hijau. RTH tersebut harus mampu memberikan tampilan wajah kota Karawang dengan lebih indah, sekaligus menjadi salah satu faktor penunjang mendapatkan Adipura tahun 2015.

Keberadaan taman-taman interaksi di perkotaan, selain sebagai keindahan wajah kota, juga mampu berfungsi untuk pengurangan emisi gas buang karbon. Jadi,  sangat berkontribusi dalam mengurangi efek ‘global warming’ yang sedang terjadi di planet bumi ini.

Keberadaan taman interaksi di Karawang pada beberapa tempat bisa dioptimalkan, sebagai salah satu wahana rekreatif, tempat-tempat tersebut butuh perhatian dan sentuhan yang lebih serius.

Seperti Alun-alun Masjid Agung Karawang, Tugu Proklamasi Rengasdengklok termasuk Taman Bencong  atau Taman Ade Irma Suryani di Jalan Arif Rahman Hakim, ini merupakan beberapa contoh tempat yang bisa eksplorasi sebagai taman interaktif sebagai ruang publik masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Karawang melalui dinas atau instansi yang berwenang harus melakukan pengelolaan dengan merevitalisasi dan mengoptimalisasi tempat-tempat tersebut untuk taman interaksi. Harus mulai direncanakan di setiap kecamatan sudah didesain RTH, sehingga ke depan tidak terlalu menyulitkan dalam tata ruang wilayahnya.

Pemda pasti mampu melakukan hal itu, untuk tahun 2014 saja APBD menyentuh angka Rp 3,2 triliun. Untuk sekelas APBD Kabupaten, sebetulnya sudah cukup besar menganggarkannya, tinggal Komitmennya saja.

Juga, kepada DPRD Karawang yang baru melalui komisi yang membidanginya dapat merespon dengan baik terhadap kebutuhan tersebut, untuk mewujudkan kebutuhan masyarakat ini. (*)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -