‘Panic Buying’ Penyebab Stok BBM Habis

KARAWANG, KarawangNews.com - Kelangkaan BBM yang terjadi dalam beberapa hari ini di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Karawang, dalam waktu dekat tak akan terjadi lagi.

Sales Executive Retail (SER) Pertamina Cabang Purwakarta Karawang, Bagus Handoko, Rabu (28/8/2014) mengatakan, pasokan BBM untuk wilayah Kabupaten Karawang akan kembali normal.

“Kita sudah mempunyai skema solusi dengan beberapa alternatif yang akan kita lakukan. Mungkin satu minggu ke depan sudah kembali normal,” tegasnya, di Kantor Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Karawang.

Kata dia, kondisi pembatasan BBM bersubsidi merupakan kebijakan pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014.

Untuk Kabupaten Karawang, lanjut dia, sudah mendapat perhatian dibanding Subang dan Purwakarta, meski pasokan di bulan Agustus 2014 tetap di bawah jumlah pasokan bulan Juli 2014.

“Karawang sudah mendapat ‘special space’ dibanding Subang dan Purwakarta,” jelasnya.

Dijelaskan Bagus, Karawang memiliki 56 SPBU dan 1 SPDN (Solar Paket Diler Nelayan), sehingga Karawang mendapat keistimewaan dengan pengurangan BBM bersubsidi yang lebih sedikit dibanding Subang dan Purwakarta. Namun, kenyataannya antrian dan kekosongan BBM di beberapa SPBU di Karawang masih terjadi.

Dengan begitu, kehabisan stok BBM di Karawang ini terjadi akibat ‘panic buying’, yang memicu masyarakat khawatir tidak mendapatkan BBM bersubsidi, sehingga melakukan pembelian BBM dalam jumlah besar dan yang menjadi penyebab hal itu terjadi adalah pemberitaan yang dibesar-besarkan media massa.

Dia menepis soal kebijakan SPBU di rest area jalan tol yang tidak lagi menjual BBM bersubsidi. Menurutnya, hasil kajian lapangan, efek dari 8 SPBU yang berada di area tol Purwakarta dan Karawang tersebut sangat tidak terlalu berpengaruh.

Kata dia, rata-rata yang mengadakan perjalanan di jalan tol, karena menempuh perjalanan jauh mereka telah melakukan pengisian BBM di wilayah Jakarta atau Bandung terlebih dahulu.

“Di SPBU wilayah Bandung itu, ketika kita tanya, omsetnya naik fantastis. Jadi sekali lagi yang terjadi di Karawang bukan karena itu,” tepisnya.

Untuk mengatasi situasi tersebut,  Pertamina telah mengambil langkah-langkah untuk menormalkan situasi. Langkah tersebut antara lain mulai hari Kamis pukul 00.00 WIB, Depo Pertamina Cikampek akan mensuplai secara normal ke semua SPBU yang kosong.

“Armada yang tersedia saat ini sekitar 80 truk dengan berbagai kapasitas muatan akan kita kerahkan semua,” ujarnya.

Pertamina juga akan mensuplai BBM non subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang mampu. Ini yang perlu ditumbuhkan menjadi kesadaran bersama untuk memberikan pemahaman agar masyarakat yang jelas-jelas mampu, jangan lagi ikut-ikutan mengisi dengan BBM bersubsidi.

“Namun, langkah ini tidak bisa serta merta dapat merubah dalam jangka 1 atau 2 hari. Paling cepat dalam seminggu sudah normal kembali,” ujarnya.

Di tempat sama, Ketua Dewan Pengurus Cabang Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (DPC Hiswana Migas) Purwakarta-Karawang H. Didin Najarudin ZA, SH, MH mengatakan, yang dilakukan Hiswana Migas adalah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan melalui keputusan di APBN-P 2014.

Kata dia, terjadi pengurangan suplai BBM dari 48 juta kiloliter (kl) menjadi 46 juta kl, sedangkan untuk Karawang pengurangannya hanya 1,8 persen untuk premium dan 5 persen untuk solar, ini jauh lebih sedikit dibanding daerah lain.

Kepala Disperindagtamben Karawang H. Hanafi menegaskan, acara mengundang pihak Pertamina dan Hiswana Migas di kantornya ini merupakan upaya untuk meminta keterangan, klarifikasi dan selanjutnya media bisa ikut membantu menormalkan kembali situasi yang terjadi saat ini.

“Kita hanya memfasilitasi, agar semua bisa lebih jelas dan media juga bisa menyampaikan kepada masyarakat agar tidak ada lagi ‘panic buying’,” ungkapnya. (mus/spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -