Nelayan dan Penggilingan Padi di Cilamaya Borong Solar

KARAWANG, KarawangNews.com - Kamis (7/8/2014), pasca pengumuman pemerintah yang menatapkan pembatasan jam pembelian solar bersubsidi, sejumlah nelayan dan pengusaha penggilingan padi di wilayah pesisir Cilamaya mengaku panic, sehingga mereka melakuan aski borong solar sebagai persediaan.

Berbekal surat rekomendasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karawang sejumlah nelayan dan pengusaha penggilingan padi di wilayah pesisir utara Karawang memborong solar dengan menggunakan derigen ke SPBU di wilayah Cilamaya. Mereka mengaku panik saat pemerintah mengumumnkan pembatasan jam pembelian solar bersubsidi, untuk mengantisipasinya mereka memborong solar dengan jumlah besar.

Satu nelayan bisa membeli solar 200-240 liter, mereka membeli dengan jumlah tersebut untuk persediaan, mereka khawatir akan kehabisan stok dan tidak kebagian jika membeli dengan jumlah sedikit. Bahkan, untuk bisa lebih banyak menimbun solar, mereka kembali datang ke SPBU dan antri lagi untuk membeli solar, hanya jeda waktu pagi dan sore sebelum masuk dalam jam pencabutan subsidi.

Seperti diungkapkan seorang nelayan, Dawan (56), dia harus datang lebih awal untuk tidak terjebak antri di SPBU, hal sama diungkapkan Dulhalim (47) seorang pengusaha penggilingan padi, dia sengaja menimbun solar untuk persediaan.

Sementara itu, petugas SPBU, Untung mengatakan, sebelum ada ketentuan ini dari pemerintah, pengusaha penggilingan padi dan nelayan membeli solar dengan jumlah normal, tetapi setelah ada peraturan ini SPBU jadi dipenuhi antrian motor yang membawa derigen banyak.

“Setelah ada peraturan itu, stok solar di SPBU cepat habis, akibat aksi borong yang dilakukan para nelayan dan pengusaha penggilingan padi,” jelas Untung. (had)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -