Lulusan Paket Setara dengan Pendidikan Formal

KARAWANG, KarawangNews.com – Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) non formal ini sama dengan ujian formal, mulai dari pengiriman hingga penghitungan soal. Namun, memang banyak masyarakat menganggap ‘gampang’ ujian kesetaraan ini. Buktinya, banyak peserta paket C yang mengulang ujian hingga tiga kali.

“Jadi, ujian ini tidak main-main, ini akan menepis aggapan masyarakat yang menyatakan pelaksanaan ujian kesetaraan ini ‘gampang’ lulus hanya dengan mendaftar saja,” kata Kabid PNFI Disdikpora Karawang, Amid Mulyana SE, Senin (25/8/2014).

Kata Amid, setelah UNPK tanggal 19-22 Agustus 2014 kemarin, hingga saat ini Pendidikan Non Formal dan Informal Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PNFI Disdikpora) Kabupaten Karawang masih menunggu hasil UNPK yang masih proses penghitungan skor di Kementerian Pendidikan Jakarta.

Diketahui, para peserta ujian kesetaraan banyak diikuti warga tanpa batas usia, sedangkan yang masuk usia sekolah disarankan masuk ke sekolah formal dan secara normatif pendidikan kesetaraan sama dengan pendidikan formal, tetapi tidak dibatasi usia, lebih memberi kesempatan kepada warga yang ‘drop out’ dan belum memiliki ijazah.

Disdikpora Karawang tidak akan merasa rugi ketika pendidikan kesetaraan ini tidak ada peminat, ini membuktikan keberhasilan pendidikan, tetapi kenyataannya banyak lulusan SD, SMP dan SMA tidak melanjutkan pendidikan, mereka banyak yang ‘drop out’ dari sekolahnya.

Proses pembelajaran pendidikan kesetaraan ini bisa dilaksanakan di kelas dan modul, Proses Belajar Mengajar (PBM) regular yakni hari Senin sampai Sabtu, ada juga yang non regular hanya hari Sabtu dan Minggu.

Dijelaskan Amid, tingkat kehadiran UNPK masih tinggi, yakni sekitar 80 persen untuk ujian Paket C. Sedangkan faktor penyebab ketikdakhadiran peserta, karena tidak mendapat ijin dari tempat peserta bekerja, mayoritas pekerja pabrik.

Maka, PNFI Disdikpora Karawang,  untuk meningkatkan kelulusan akan melakukan sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan sebelum pelaksanaan ujian nasional. Dia berharap dengan sosialisasi itu, perusahaan akan lebih memahami kepada karyawannya yang akan mengikuti ujian kesetaraan tersebut.

“Dengan meningkatkan pendidikan, ini akan meningatkan Sumber Daya Manusia (SDM), imbasnya peserta yang notabene karyawan itu akan memiliki kemampuan lebih di bidang pekerjaannya,” jelas Amid.

Mengutip Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional, Pasal 26 Ayat 1 menyatakan, pendidikan non formal diselenggarakan bagi wara masyarakat memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah dan pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.

Kemudian di Ayat 5 menyatakan, hasil pendidikan non formal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyerataan oleh lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah atau pemerintah daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -