GMNI Kembali Cat Tugu Proklamasi

KARAWANG, KarawangNews.com - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Karawang kembali mengecat Tugu Proklamasi Rengasdengklok, Kamis (14/8/2014). Kegiatan ini merupakan yang kedua, setelah tahun sebelumnya juga melaksanakan hal sama. Namun beda dengan tahun lalu, selain mengecat tugu, GMNI Karawang memberi penghargaan kepada keluarga Djiaw Kie Siong yang merawat rumah sejarah.

Rumah tersebut, merupakan tempat persembunyian Ir. Soekarno pada saat menyusun proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Penyerahan piagam penghargaan ini diberikan kepada anak Djiaw Kie Siong, yaitu Djiaw Hoy Lin yang disaksikan langsung oleh Sekcam Rengasdengklok Jaya Pasha, sebagai perwakilan dari pemerintahan.

Ketua DPC GMNI Karawang, Dian Suryana mengatakan, pemberian piagam kepada keluarga Djiaw Kie Siong merupakan apresiasi GMNI Karawang atas dedikasinya merawat rumah sejarah tersebut. Selain itu, diharapkan pemberian penghargaan ini dapat memantik kepedulian Pemkab Karawang untuk lebih peduli kepada aset sejarah yang ada di Karawang, khususnya rumah sejarah dan tugu proklamasi.

Kata Dian, pemberian penghargaan ini mudah-mudahan bisa memberi kegembiraan bagi keluarga Djiaw Kie Siong menjelang perayaan HUT RI, karena keluarga itu merasa kurang diperhatikan pihak swasta apalagi Pemkab Karawang. Pemberian penghargaan ini sangat kecil dibandingkan dedikasi keluarga Djiaw Kie Siong yang telah menjaga warisan sejarah ini dengan baik dari generasi ke generasi.

“Pemberian penghargaan ini merupakan perwujudan penghargaan GMNI Karawang kepada keluarga Djaw Kie Siong atas kontribusinya merawat rumah sejarah," ucapnya.

Pemberian piagam penghargaan dan pengecatan tugu proklamasi merupakan rangkaian kegiatan GMNI Karawang dalam menyemarakan HUT RI ke-69. Pengecatan ini dipilih GMNI, karena merasa ironis kondisi tugu Proklamasi yang selalu penuh coretan.

"Belum ada perubahan dari tahun kemarin sampai tahun sekarang. Bahkan bungker di bawah tugu proklamasi yang sering digunakan untuk maksiat kondisinya masih sama, belum ditutupi," ujarnya.
   
Diharapkan Dian, Pemkab Karawang harus peduli ke Tugu Proklamasi ini, juga ke rumah sejarah maupun tempat-tempat bersejarah lainnya yang ada di Karawang. Dengan demikian, GMNI Karawang akan terus konsisten mengingatkan Pemkab Karawang agar lebih peduli.

“Kita menggugah Pemkab Karawang dengan aksi sosial termasuk aksi demontrasi,  karena kami tidak ingin aset sejarah di Karawang tak terawat, apalagi dijadikan tempat maksiat," jelasnya. (rls)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -