Antisipasi Kelangkaan BBM, Disperindagtamben Akan Rakor

Antrian di SPBU Galuh Mas, Telukjambe.
KARAWANG, KarawangNews.com - Sejak diberlakukannya penghapusan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di tiga Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) rest area tol Jakarta Cikampek, Senin (4/8/2014) lalu, mengakibatkan SPBU yang berada di dalam wilayah perkotaan Karawang mengalami antrian panjang. Pasalya, banyak kendaraan yang keluar tol untuk mengisi BBM di wilayah Karawang kota.

Ketiga SPBU yang berada di rest area tersebut adalah SPBU rest area KM 42, KM 57 dan KM 62. Kondisi ini, diperparah lagi dengan adanya kebijakan yang dikeluarkan pada Jumat (8/8/2014) terkait pengaturan waktu penjualan di tiga SPBU yang ada di Karawang. Mereka diharuskan mengatur waktu penjualan BBM bersubsidi bagi para pengecer mulai pukul 8.00-18.00 WIB. Sehingga, pada siang hari antriannya mengular. Ketiga SPBU tersebut adalah SPBU samping Polsek Klari, SPBU di Jln. Interchange Karawang Timur dan SPBU samping terminal Klari.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) Kabupaten Karawang, Hanafi mengatakan, untuk mengatasi hal itu dalam waktu dekat Disperindagtamben akan melakukan rapat koordinasi dengan Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) untuk menyampaikan bebrapa hal yang dapat dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kelangkaan BBM.

“Kondisi ini memang sudah menjadi keluhan banyak orang. Nanti akan kami usahakan hari Rabu (27/8/2014) untuk berkoordinasi dengan Pertamina dan Hiswana Migas,” ungkapnya, Senin (25/8/2014) siang.

Menurut Hanafi, dengan pemberlakuan yang terjadi dengan SPBU rest area jalan tol dan pengaturan waktu di tiga SPBU bukan hanya menyebabkan antrian panjang. Namun, kebijakan pembatasan BBM bersubsidi atau pembatasan kuota ini tentu akan berdampak lebih luas bagi kalangan masyarakat.

Kebijakan pembatasan atau lebih sering dikatakan sebagai pengurangan jatah bersubsidi ini menurutnya, merupakan kebijakan pemerintah pusat melalui keputusan dalam penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional Perubahan 2014 Perubahan (APBN-P 2014) pada pertengahan tahun ini. Kebijakan tersebut bukan hanya berlaku pada premium saja, tetapi berlaku pada solar.

“Untuk premium, ada pengurangan 5 % dan untuk solar pengurangannya sebesar 20%. Hitungannya bukan dari kuota di awal tahun, tetapi persentase pada sisa dari kuota di bulan ini,” papar Hanafi.

Sesuatu yang tidak terbayangkan oleh Hanafi adalah kebutuhan solar bagi nelayan yang ada di Karawang, dengan adanya pengurangan tersebut, sangat dimungkinkan akan terjadi kelangkaan solar. Padahal, untuk solar yang tidak bersubsidi harganya jauh lebih mahal. “Pertamina Dex atau solar dex khan satu liternya kalau tidak salah Rp 14 ribu/liter,” ujarnya.

Meskipun untuk bahan bakar jenis solar diberlakukan dengan bertahap, tetapi Hanafi berencana mengusulkan agar dibangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBN) atau Solar Paket Diler Nelayan (SPDN) yang memang diperuntukkan bagi para nelayan di Karawang. Keberadaan SPBN/SPDN tentu akan membantu dan meringankan para nelayan.

Menghadapi situasi yang demikian, Hanafi berharap, agar warga masyarakat Karawang untuk bisa melakukan efisiensi secara mandiri dengan merubah pola kebisaannya selama ini. Seringkali yang terjadi, dalam satu rumah tangga, dalam aktifitasnya sehari-hari mengoperasikan kendaraan pribadi lebih dari satu.

“Kalau bisa, kita mengoptimalkan juga angkutan umum, sehingga pendapatannya juga maksimal,” harapnya.

Dijelaskan Hanafi, untuk Kabupaten Karawang kuota atau jatah BBM-nya jenis premium adalah 229 KL sedangkan untuk jenis Solar adalah 179 KL. Jumlah kuota tersebut, bagi Hanafi akan dipertegas lagi, mengingat kuota tersebut apabila dipergunakan untuk konsumsi kebutuhan warga Karawang tentu tidak akan menjadi persoalan.

Meskipun diakuinya pengaturannya agak sulit, tapi ketika orang yang melintas jalan tol lalu memilih menyempatkan diri mengisi di wilayah kota Karawang, tentu akan berimplikasi pada kelangkaan BBM di Karawang.

“Nantinya akan kami tegaskan kuota tersebut, jangan sampai peruntukan bagi Karawang, tetapi yang memanfaatkannya justru para pendatang yang hanya singgah di SPBU di Karawang, karena tidak mendapatkan BBM bersubsidi di rest area jalan tol,” ujarnya. (mus)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -