Warga di Tanah Sengketa Itu Masih Bertahan

advertise here
KARAWANG, KarawangNews.com – Setelah tiga pekan putusan eksekusi lahan di tiga desa Kecamatan Telukjambe itu dibacakan, hingga kini masyarakat tersebut masih melakukan upaya hukum. Bagi warga, keputusan eksekusi tersebut sarat kepentingan pengusaha, meski harus menyingkirkan mereka dari tanah kelahiran, karena warga di tiga desa ini menganggap kepemilikan tanah mereka sah, apalagi mereka adalah masyarakat wajib pajak.

Surat putusan eksekusi lahan itu diturunkan dengan No. 160/Perdata/PK/2012 dibacakan pada tanggal 24 Juni 2014 bersamaan dengan aksi eksekusi perusahaan didampingi ratusan polisi di tanah tersebut. Dengan surat itu, perjalanan warga setempat lebih dari 20 tahun itu harus berakhir dan memaksa mereka meniggalkan tanah dan rumah mereka.

Hingga kini, sejumlah rumah sudah banyak yang digaruk dengan menggunakan alat berat, sementara warga pun mulai pindah ke pemukiman yang lebih aman di Kampung Kiarajaya, Desa Margamulya. Diketahui, tiga desa yang tereksekusi itu diantara Desa Wanasari, Wanakerta dan Desa Margamulya.
 
Namun begitu, pengusiran paksa ini ternyata tidak lantas membuat masyarakat di tiga desa tersebut kehilangan harapan, justru perlawanan masyarakat tersebut semakin masif, mereka terus menempuh berbagai upaya seperti hukum, serta aksi massa yang dilakukan secara terus menerus. 

“Kita tetap akan menempuh hukum dan mempertahankan tanah ini,” kata anggota Serikat Petani Karawang (Sepetak), Mustopa Bisri, Selasa (15/7/2014). (hil)