Tragedi Palestina Menanamkan Kebencian Kepada Non Muslim

Warga Menulis
Oleh: Mahar Kurnia
Pendiri Yayasan Yatim Piatu Putra Karawang
Jumat (11/7/2014)


Perseteruan Israel dan Palestina seakan tidak pernah ada habisnya, perang tak seimbang memunculkan reaksi luar biasa di kalangan muslim, terlebih setelah berjatuhan korban anak-anak yang semakin memperihatinkan. Dagelan Pilpres RI tahun 2014 dirasa semakin membuat masyarakat pusing dan jengah menyikapi persaingan yang mulai tak sehat, seolah melupakan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Negara Palestina.

Saya meminta pemerintah pusat yang lebih berwenang harus lebih agresif dan bereaksi dalam tragedi di Palestina, tak cukup hanya mengirimkan status lewat jejaring sosial, tetapi mampu mengirimkan diplomat khusus, meski pun kepada rival terdekatnya Amerika, karena Indonesia tidak memiliki hubungan bilateral kedua negara.

Tragedi di Palestina ini menanamkan kebencian mendalam pada lubuk hati orang Islam, sehingga berakibat sensitif terhadap masyarakat non muslim khususnya yang ada di Indonesia. Jika ini dibiarkan maka akan menjadi permusuhan yang abadi, padahal masyarakat non muslim di Indonesia bukanlah pelaku serangan tersebut, tetapi tetap saja pada kenyataannya sentimen agama akan muncul dan menguat dalam diri orang-orang muslim.

Saling serang antara militer Israel dan militan Palestina berlanjut, sedikitnya 11 warga Palestina tewas dalam serangan udara terbaru ke Gaza, lebih dari 150 warga setempat luka-luka. 

Israel melanjutkan serangan udara ke berbagai sasaran di Jalur Gaza. Militer Israel menerangkan, angkatan udara dan angkatan laut sudah menyerang 435 sasaran di Palestina sejak dimulainya operasi militer. Kemdian, kelompok militan Palestina menembakkan sekitar 225 roket, 40 roket berhasil dihancurkan sistem penangkal udara Israel sebelum mencapai sasarannya.

Salah satu serangan roket Israel dilakukan tengah malam menghancurkan sebuah rumah di Beit Hanun. Komandan Jihad Islam, Hafez Hammad tewas dalam serangan itu, termasuk lima anggota keluarganya.

Sebelumnya, kelompok militan Palestina menembakkan puluhan roket ke Tel Aviv dan Yerusalem. Sirene peringatan bahaya berbunyi beberapa kali dan orang-orang mencari perlindungan di ruangan khusus.

Pihak Palestina menyatakan, 11 warganya tewas dalam serangan roket pada hari Rabu 9 Juli 2014 itu, jumlah korban tewas sejak eskalasi konflik antara Israel-Palestina meningkat menjadi 32 orang tewas, termasuk perempuan dan anak-anak.

Militer Israel menerangkan, tembakan roket dari Palestina mencapai kota pantai Chadera di utara Tel Aviv, yang terletak sekitar 117 kilometer dari Gaza. Ini adalah serangan roket dengan daya jangkau terjauh yang pernah dilakukan dari Palestina, sedangkan beberapa roket dari Palestina berhasil dihancurkan di udara oleh sistem pertahanan Iron Dome (Kubah Besi). Sampai saat ini, tidak ada korban tewas di Israel.

Perang ini seakan abadi, dunia seakan tak berdaya dalam mengatasi kriris kemanusian yang berlangsung cukup lama ini. Untuk itu, kami menyeru kepada pemerintah Indonesia untuk berperan nyata dalam tragedi ini, tak hanya mengirimkan bantuan obat-obatan saja, tetapi lebih menggunakan cara yang lebih berani termasuk melobi rival Isrel seperti Amerika, Inggris, Australia dan yang lainnya untuk menghentikan serangan itu.

Kami yakin pemerintah Indonesia mampu melakukan itu jika ada niat yang kuat dalam keberperanan hubungan antar bangsa di dunia, Indonesia punya peranan penting, karena muslim terbanyak dunia adalah Negara Indonesia.

Saya juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya masyarakat Karawang agar tidak melupakan dan acuh pada tragedi di Palestina, banyak cara yang bisa kita lakukan di zaman modern ini.

Tak hanya berdoa di Masjid, tetapi bisa dilakukan di status jejaring sosial yang bisa kita kirimkan setiap menit, setiap jam dan jika ini kompak dilakukan serentak se-Indonesia, maka akan menjadi perhatian dunia bahwa masyarakat Indonesia tak hanya mengutuk tragedi kemanusiaan ini, tapi menginginkan permusuhan abadi ini segera selesai dan kemerdekaan adalah menjadi hak segala bangsa sesuai amanah Undang Undang Dasar kita. (*)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -