Rumah Dinas Bupati Digeledah KPK Kamis Malam

KARAWANG, KarawangNews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeladah rumah dinas Bupati Karawang Ade Swara, Kamis (17/7/2014) sekitar pukul 22.00 WIB. Sementara, bupati tidak ada di rumah dinas ketika tiga mobil KPK jenis Nissan X-Trail dan Toyota Avanza masuk ke halaman rumahnya ini, bupati masih berada di luar usai melaksanakan sholat tarawih keliling. Penggeledahan ini diduga terkait kasus penyuapan penerbitan surat permohonan pemanfaatan ruang.

Keterangan resmi Juru Bicara KPK, Johan Budi di Jakarta, pihaknya telah menangkap lima orang di Karawang terkait hal ini, diantaranya dua orang ditangkap di rumah dinas bupati pada Kamis malam dan tiga orang lainnya yang diketahui sebagai pengusaha ditangkap di sebuah mall di Karawang pada Kamis siang sekitar pukul 13.00-15.00 WIB dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). Pada penangkapan itu KPK mengamankan barang bukti berupa uang tunai dalam bentuk dollar Amerika.

“Jadi sementara ini dijelaskan belum detail, karena masih banyak yang harus ditindaklanjuti di lapangan," ungkapnya.

Kata Johan, kelima orang ini diduga berkaitan melakukan tindak pidana korupsi, tetapi bupati sendiri belum diamankan KPK dan dalam kasus ini bupati masih berstatus terperiksa. Ditegaskan Johan, OTT KPK di Karawang ini tidak ada kaitannya dengan penyelenggaraan pemilihan presiden (Pilpres), meski Ade Swara diketahui sebagai tim sukses pasangan calon presiden Prabowo-Hatta.

"Saya tegaskan,  ini tak ada kaitannya dengan penyelenggaraan Pilpres,” ungkapnya, kepada awak media di Jakarta.

Diakuinya, hingga Kamis malam, petugas KPK belum bertemu dengan bupati saat penggeledahan di rumah dinas dan kelima orang yang ditangkap itu masih berstatus terperiksa, KPK belum memutuskan status mereka menjadi tersangka atau dilepaskan. Data sementara yang berhasil dihimpun wartawan, kelima orang itu diantaranya berinisial NAS, AH, NN, AS dan RD.

Sementara itu, petugas Satpol PP yang berjaga di rumah dinas bupati menceritakan, bupati tidak ada di rumah dinas ketika tiga mobil KPK melakukan penggeledahan, karena bupati belum pulang setelah melaksanakan sholat tarawih keliling. Bahkan, sempat terjadi ketegangan antara petugas jaga rumah dinas dengan anggota KPK yang memaksa masuk di gerbang rumah dinas bupati ini, karena awalnya petugas KPK enggan menunjukan identitas.

“Saya sempat menghadang mereka (petugas KPK, red), tetapi salah satu diantara mereka menunjukan pistol di pinggangnya, saya langsung mundur,” kata seorang anggota Satpol PP yang berjaga di rumah dinas bupati. (spn)

Advertisement
BERIKAN KOMENTAR ()