Kementerian Pendidikan Kembali Menggeliatkan Pengarusutamaan Gender

KARAWANG, KarawangNews.com – Agar lebih memperhatikan gender di dunia pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia dini, Non Formal dan Informal dan Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat melakukan Semiloka Percepatan Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) Bidang Pendidikan di Daerah selama dua hari, 14-15 Juli 2014 di Aula Hotel Grand Citra.

Perencanaan PUG ini sesuai dengan Permendikbud No. 84 Tahun 2008 menyebutkan, setiap satuan unit kerja bidang pendidikan yang meakukan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dari seluruh kebijakan dan program pembangunan bidang pendidikan agar mengintegrasikan gender di dalamnya.

Dijelaskan Kabid Pendidikan Formal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, Amid Mulyana SE, PUG ini dalam upaya meningkatkan peran perempuan, memposisikan perempuan menerima perlakukan adil dengan pria.

“Program ini sudah lama dan saat ini di bidang pendidikan difokuskan kembali mengenai PUG,” jelasnya, di sela acara.

Usai paparan dari Kementerian Pendidikan ini, Disdikpora Karawang akan melakukan aksi mendata gender dan tahun 2015 mendatang akan ada sekolah yang berwawasan gender, diantaranya di SD, SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Karawang,  yaitu dengan membentuk sekolah percontohan, diantaranya memperhatikan segala aspek sarana dan parasarana gender, misalnya sekolah harus menyediakan ruang ganti baju olahraga untuk perempuan.

“Jangan memberikan kesematan kejahatan sex, sehingga sekolah yang berwawasan gender kedepan akan melengkapi sarana dan pembelajaran khusus perempuan,” kata Amid.

Program PUG ini sudah ada sejak tahun 2000 lalu dan saat ini ada penguatan kapasitas, salah satunya yang dilaksanakan kementerian melalui Dirjen PAUDNI untuk 38 kabupaten/kota se-Indonesia, sejumlah kaupaten itu akan kembali membangunkan program PUG ini.

“Secara konkrit dinas pendidikan akan menindak lanjuti kegiatan ini dengan membentuk dan memilih sekolah-sekolah dari seluruh jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK untuk dijadikan ‘pilot project’ berupa sekolah yang  berwawasan gender,” paparnya.

Artinya, sambung Amid, nanti di sekolah-sekolah itu akan diberikan dana stimulant dari APBD kabupaten, sehingga sekolah itu harus bisa memberikan fasilitas-fasilitas lain untuk kepentingan siswi perempuan di sekolah, semisal fasilitas ruang ganti, toilet khusus, termasuk sarana olaraga.

“Selama ini, masih siswa laki-laki seolah memiliki sarana yang lebih banyak dibanding sarana yang dimiliki perempuan di sekolah itu,” jelasnya.

Nara sumber semiloka yang dilaksanakan selama dua hari itu yakni seorang pakar PUG, DR. Yusuf Supiandi dan acara dibuka Kasbdit Program dan Evaluasi Direktorat Bidikmas, Drs. Pahala Simanjuntak MM. Acara ini diikuti jajaran Disdikpora Karawang. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -