Hitungan Cepat Pilpres Rawan Konflik

KARAWANG, KarawangNews.com - Banyak tanggapan beragam terkait hasil penghitungan sementara Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 di media televisi swasta, mayoritas warga memandang penghitungan tersebut cenderung memihak, yang paling kentara TV One mendukung Prabowo-Hatta dan Metro TV mendukung Jokowi-JK.

Beberapa warga Karawang justru mengkhawatirkan munculnya gesekan dan anarkisme antar pendukung, karena keduanya saling melakukan klaim kemenangan atas perolehan suara yang diraih oleh capres yang didukungnya.

Seperti diungkapkan Ujang (25), pemuda asal Garut yang bekerja sebagai tukang cukur di Jatirasa, Karawang, dia menyadari media televisi hanya memberitakan yang bagus-bagus untuk capres yang didukungnya.

”Kalau lihat TV One yang menang Prabowo, nanti pindah lihat Metro TV yang menang Jokowi, tapi kalau SCTV yang terlihat netral, yang menang Jokowi,” ujarnya, Kamis (10/7/2014).

Diakuinya, dia ‘ngeri’  jika hasil hitung cepat ini buru-buru disikapi oleh pendukung dua kekuatan dengan melakukan bentrok fisik. Ini akan sangat berbahaya kalau keduanya saling mengaku menang.

Di tempat sama, seorang tukang duplikat kunci, Ade (23) mengatakan, pada akhirnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan pemenangnya, hanya tinggal menunggu pengumuman pemenang resmi tanggal 22 Juli 2014 nanti. Menurutnya, penghitungan cepat yang diakui sejumlah warga tidak akurat ini tidak akan berimbas rusuh, apalagi memecah belah dua kubu.

“Pada akhirnya dua kubu itu akan kembali ‘akur’ setelah proses Pilpres ini usai,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat politik juga mantan anggota KPU Karawang, Agus Rifa’i memberikan harapan agar masing-masing pihak menahan diri untuk bersabar.  Kata dia, hasil yang belum final ini harus disikapi dengan saling melakukan pengawalan formulir C-1 sampai selesainya rekapitulasi, yaitu hasil suara di PPS, PPK maupun KPU kabupaten.

“Saya harap semua tim sukses dan pendukungnya lebih arif dan bersabar, tunggu sampai rekapitulasi perhitungan suaranya benar-benar final di KPU. Semua masih serba kemungkinan, sehingga tim sukses, kader dan pendukungnya harus mengawal sampai akhir,” paparnya.

Terkait dengan kondisi antar pendukung yang saling kalim dan terkesan adu kekuatan, dia berharap agar hal tersebut dihentikan. Kedua tim sukses harus mampu menciptakan situasi yang kondusif dan mengendalikan pendukungnya, karena hal itu bisa menimbulkan rawan konflik.

“Saya berharap, masing-masing timses harus mampu meredam pendukungnya untuk bersama-sama menciptakan iklim dan situasi yang kondusif. Siapa pun yang diputuskan menjadi pemenang oleh KPU dalam rekapitulasi, harus kita hormati sebagai presiden kita,” ujarnya. (mus/spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -