‘Black Campaign’ Bukan Fitnah, tapi Fakta

Warga Menulis
Oleh: Fikri H. F
Sabtu (5/7/2014)

Selama ini, isu black campaign atau kampanye hitam yang selalu dilontarkan kedua tim pasangan capres Prabowo dan Jokowi memang bukan fitnah, tetapi fakta, hanya saja fakta itu dibeberkan pada saat pemilihan presiden.

Kata dia, isu-isu miring PDI Perjuangan yang lebih didominasi non muslim adalah fakta, tetapi dianggap seolah kampaye hitam untuk mengangkat Prabowo. Sehingga, pembuktian fakta-fakta inilah yang dianggap kampanye hitam untuk mengangkat capres yang diusung dan menurunkan elektabilitas capres lawan.

Terkadang kampanye hitam bukan berarti datang dari lawan politik, tetapi datang dari timnya sendiri untuk meraih simpati masyarakat. Untuk bisa dibuktikan kampanye hitam itu dari mana, maka pihak kepolisianlah yang seyogyanya menelusuri, untuk mengetahui motif, termasuk kasus Majalah Obor Rakyat.

Termasuk pertemuan yang tidak disengaja antara anggota polisi dengan kader partai dan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), sehari jelang debat capres pertama, meski itu dianggap pertemuan yang tidak diatur, tetapi hanya bisa dibuktikan jika Polri menyelidiki dengan melacak telepon orang-orang tersebut.

Memang di saat Pilpres ini netralitas dan kemauan Polri yang bisa membuktikan, itu juga harus ditelusuri lagi, agar tidak ada fitnah yang menjatuhkan pihak lain.

Marilah kita berpikir jernih, arif dan bijaksana dalam menyikapi Pilpres ini semoga masyarakat mendapatkan pemimpin yang benar-benar sesuai dengan hati-nurani dan semoga Indonesia ini menjadi negeri yang sejahtera dan makmur. (*)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -