Bawa Senjata Api, Anak Anggota DPRD Diamankan Polisi

KARAWANG, KarawangNews.com – Anak calon anggota DPRD Karawang digiring ke Polres Karawang setelah ketahuan membawa senjata api jenis revolver, dia kena razia gabungan malam Ramadhan yang digelar polisi ke sejumlah tempat hiburan malam, Sabtu (5/7/2014) malam. Anak anggota dewan ini diketahui bernama Idr, putra dari calon DPRD Karawang terpilih periode 2014-2019 dari Fraksi PDI Perjuangan.

Keterangan Kabag Ops Polres Karawang, Imam Rachman, pengakuan Indra, senjat api itu milik ayahnya dan dan membawa senjata api itu sudah diketahui atas persetujuan ayahnya. Kemudian polisi melakukan pengembangan terkait penemuan senjata api itu untuk mengetahui asal usul serta motivasinya berani membawa senjata api di depan umum.

"Dia ketahuan membawa senjata api di AB resto, katanya sih sepengetahuan orang tuanya, tetapi senjata api ini belum diketahui kelengkapan dokumennya," kata Imam.

Sementara itu, razia ini dilakukan oleh aparat yang terdiri dari TNI, Polri dan SatPol PP, mereka merazia sejumlah tempat hiburan malam ternama di Kabupaten Karawang. Alhasil, parat berhasil menyita sejumlah minuman keras dan memergoki pengunjung karaoke yang mesum.

Kata Imam, razia rutin ini dalam rangka menjaga kondusifitas malam Ramadhan juga menjelang Pilpres 2014. Aparat gabungan tersebut, menyisir seluruh tempat hiburan malam dan hotel yang berada di wilayah Karawang kota hingga Cikampek dengan membentuk dua tim gabungan, barat dan timur.

Di wilayah Karawang kota, aparat memfokuskan razia ke Dewi Air, Grand Amy, Emeral dan Aneka Baru, yang dianggap bandel, karena tidak menggubris intruksi Bupati Karawang agar menutup aktivitasnya hingga pukul 24.00 WIB selama Ramadhan. Namun kenyataanya masih buka, bahkan menyediakan minuman keras selama jam buka.

Sedangkan razia gabungan di wilayah Cikampek, petugas tidak membuahkan hasil razia, padahal targetnya dua hotel yang kerap dijadikan ajang mesum, razia ini diduga telah bocor.

Diketahui, selama razia ini tim gabungan harus kucing-kucingan dengan pengusaha hiburan. Sebab, pengelola karaoke sengaja menutup rapat gerbang pintu masuk karaoke untuk mengelabui petugas, sehingga terkesan tutup, padahal masih beroparasi hingga dini hari.

Itu diketahui setalah aparat melakukan pengintaian, sehingga petugas bisa memaksa masuk ke tempat hiburan itu. (hil)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -