Iklan

Warga Kumpulkan Rp 3 Ribu Untuk Pengadilan Karawang

Senin, 16 Juni 2014
KARAWANG, KarawangNews.com - Ratusan warga dari tiga desa yang menolak eksekusi tanah menyumbang masing-masing Rp 3.000 ke Pengadilan Negeri Karawang, aksi ini sebagai bentuk penolakan tanah mereka yang dibeli Rp 3.000 per meter oleh PT. SAMP. Uang yang terkumpul itu mereka serahkan kepada aparat Brimob yang berjaga di Pengadilan Negeri (PN) Karawang, Senin (16/6/2014) siang. 

Aksi massa ini merupakan lanjutan aksi sebelumnya, warga dari tiga desa yaitu Desa Wanasari, Wanakerta dan Desa Margamulya, Kecamatan Karawang Barat menolak tanah mereka seluas 350 hektar digusur setelah PN Karawang mengabulkan permohonan eksekusi, berdasar PK No. 160/Perdata 2012, padahal putusan itu dianggap tumpang tindih, karena putusan itu sudah dikeluarkan mantan ketua PN sebelumnya.

Dalam orasinya, warga mengungkapkan, PT. SAMP akan memberikan uang kerohiman Rp 3.000 per meter untuk tanah warga yang digusur, jumlah itu dianggap penghinaan, bahkan Ketua PN Karawang, DR. Marsudin Nainggolan tidak berfungsi menjadi mediator dalam kasus sengketa tanah ini, justru lebih condong berpihak kepada PT. SAMP. Idelanya, harga pasaran lahan di tiga desa itu Rp 200.000 hingga Rp 500.000 per meter.

Selain aksi tersebut, ratusan warga ini menggelar istigosah di halaman PN Karawang, mereka berdoa agar eksekusi lahan dibatalkan, karena keputusan pengadilan dianggap menindas hak-hak mereka sebagai warga pribumi. Doa istigosah ini dipimpin Ketua Yayasan Putra Karawang, Kurnia Mahar bersama Ust. Asep Sihabudin. (spn)
Komentar

Tampilkan

Berita Terkini

pemerintahan

+