Suasana Tiga Desa Mencekam Jelang Eksekusi Lahan

KARAWANG, KarawangNews.com - Jelang eksekusi sengketa tanah masyarakat tiga desa yakni Margamulya, Wanasari dan Wanakerta di Kecamatan Telukjembe Barat tinggal menunggu hari. Eksekusi tersebut sudah di tetapakan oleh Pengadilan Negeri Karawang pada Selasa (24/6/2014) pukul 09.00 WIB. Hingga Minggu (22/6/2014) dilaksanakanya eksekusi tersebut, susana di tiga desa itu mencekam.

Ini diakibatkan meningkatnya teror kepada 450 Kepala Keluarga (KK) dari masyarakat di tiga desa tersebut. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada kekacauan. Warga kini mulai resah, setiap hari terus meningkatkan kewaspadaan di masing-masing lokasi tanah eksekusi. Bahkan, selama 24 jam warga bergotong-royong bergatian berjaga di setiap sudut kampungnya yang telah masuk dalam peta obyek eksekusi nanti.

Sejak sepekan terakhir dikelurkanya surat Pemberitahun Pelaksanaan Eksekusi oleh Pengadilan Negeri Karawang, Nomor W11.U10/1130/HT.04.10/VI/2014 pada tanggal 20 Juni 2014 dengan Pemohon Eksekusi Muladi SH. MH dan kawan-kawan (Kuasa Hukum dari PT Sumber Air Mas Pratama/PT.SAMP) kepada Para Termohon I Eksekusi sebanyak 22 orang masyrakat dan Para Termohon II Eksekusi sebanyak 27 orang masyarakat.

Berdasarkan penetapan Ketua PN Karawang No. 6/Pen/2014/PN.Krw. Jo No.2/Pdt.G/2007/PN. Krw. Jo. No. 272/PDT/2008/PT.Bdg. Jo No 695 K/Pdt/2009. Jo. No. 160PK/Pdt/2011, tanggal  20 Juni 2014. Dengan surat pemberitahuan untuk melaksanakan putusan PN Karawang Nomor 2/Pdt.G/2007/PN.Krw. Tanggal 3 Desember 2007 jo, putusan Pengadilan Negeri Tinggi Bandung  Nomor 272/Pdt/2008/PT.Bdg tanggal 17 September 2008 jo, putusan Kasasi Mahkamah Agung RI Nomor 695 K/Pdt/2009 tanggal 11 September 2009 jo.

Juga putusan PK Mahkamah Agung RI Nomor 160 PK/Pdt/2011 tenggal 25 Mei 2011 yang telah berkekuatan hukum tetap, dalam perkara kasus No. 2/Pdt.G/2007/PN.Krw antara PT SAMP sebagai tergugat satu konpensi atau penggungat rekonpensi dan pemohon eksekusi melawan Kedung bin  Saikam dan kawan-kawan, sebagai para Pengugat Konpensi atau para tergugat rekonpesi dan para termohon eksekusi.

Warga sudah diminta untuk segera melakukan pegosongan atas tanah seluas 350 hektar, yang sesuai dengan Peta Bidang No.23/2005 tanggal 20 Sepetember 2005 yang terletak di Desa Margamulya, Desa Wanasari dan Desa Wanakerta Kecamatan Telukjambe Barat Kabupaten Karawang, dengan batas-batas tertentu.

Yakni, utara denga jalan tol Jakarta-Cikampek KJIE, sebelah selatan dengan tanah Kopasgat, Marga Sukses dan Tanjung Gresik, Sebelah Barat dengan tanah PT. Canggih dan PT. Bintang sedangkan sebelah timur berbatasan dengan Kawasan Indistri KIIC Karawang, dengan dikurangi oleh tanah-tanah sengekta dalam perkara perdata yang berhubungan denga obyek eksekusi, diantaranya Perkara Nomor 33/Pdt.G/2003/PN.Krw, dengan luas tanah 40.640 M2 (4,064 Ha) atas nama Agus Sugito. Terletak di desa Margamulya.

Kemudian perkara, Nomor :35/Pdt.G/2003/PN. Krw yaitu tanah darat seluas 15.400 M2 (1,540 Ha), berikut bangunan rumah semi permanen, yang terletak di desa Margamulya. Perkara Nomor 49Pdt.G/2010/PN.Krw dengan luas tanah dan atan nama pemilik yang berbeda - beda, yakni 3 tanah seluas 3.250 M2, 9.340 M2, 9.335 M2 dan 9.325 M2 dengan total luas seluruhnya 31.250 M2 (3,125 Ha) yang teletak di desa Wanasari, Kecamatan Telukjambe Barat.

Juga perkara tanah Nomor 61/Pdt.G/2013/PN. Krw dengan luas total seluruhnya adalah 42.610 M2 (4,261 Ha), terletak di Desa Margamulya, Kecamatan Telukjambe Barat Kabupaten Karawang.

Di sisi lain, meski tidak mengalamai intimidasi fisik,  tetapi ketenangan warga untuk beristirahatanya menjadi berkurang. Sebab, sempat tersiar kabar santer sejumlah perosonil yang diketahui dari kesatuan Brimob Polda Jabar yang sengaja disiagakan tidak jauh dari lokasi obyek eksekusi tanah, telah mendirikan sejumlah pos kemanana dengan menggunkan tenda di sekitaran Rest Area Km 42 Tol Jakarta-Cikampek.

Bedasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan, Minggu (22/6/2014) malam, personil Brimob yang di tugasakan untuk melancarkan proses eksekusi itu, datang bergantian setiap enam jam sekali.

"Intimidasi belum ada, tetapi sempat akan mendirikan Pos dari pihak Kemananan. Dan kami tolak," kata Udam, seorang Warga Desa Margamulya Kecamatan Telukjambe Barat, yang tanahnya menjadi lokasi obyek eksekusi, Minggu siang.

Dengan peristiwa ini, warga merasa telah kembalinya lagi kepada era orde baru atau zaman PKI (Partai Komunis Indonesia), saat itu pemerintah semena-mena kepada rakyatnya, tanpa mengedepankan hak azasi manusia dan keadilan terhadap rakyat kecil.

Keputusan yang telah dikeluarkan oleh lembaga negara penyelenggara dalam hal ini ketua Pengadilan Negeri Karawang disebutkan tidak memakai hati nurani. Sehingga, ratusan masyarakat terancam kehilagan tempat tinggalnya.

Bukan hanya itu, ratusan siswa sekolah dasar dan menengah di Desa Margamulya juga terancam putus sekolah, terkena gusuran, akibat prilaku arogansi pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat kecil.

"Masalah ini harus ingat hati nurai, warga sudah mempunyai dan mempersiapkan persenjataan untuk eksekusi besok, kalau ada pertumpahan darah, maka warga akan melawan, pertumpahan darah bahkan mati juga siap," ucapnya.

Sementara itu, Ronni, warga dari desa yang sama mengatakan jika eksekusi tehadap obyek tanah di tiga desa tetap terjadi maka sudah dapat dipastikan banjir akan darah warga yang mempertahankan hak atas tanahnya itu akan terjadi di lokasi obyek eksekusi.

"Kalau eksekusi ini terjadi, akan lebih dari tragedi mesuji," ungkapnya.

Dia mengancam, jika eksekusi tetap terjadi masyarakat di obyek lokasi eksekusi tanah tiga desa, telah berencana akan menboikot Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014 yang 17 hari lagi akan di gelar serta akan kembali menutup jalan tol Jakarta-Cikampek, seperti yang telah dilakukan pada aksi sebelumnya. Sebab, mereka merasa telah tidak ada rasa keadilan dari Pemerintah terhadap rakyat kecil, hukum lebih tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

"Kalau eksekusi terjadi, kami akan melakukan boikot pencoblosan di pemilu pilpres ini," ucapnya.  

Bedasarkan peta obyek eksekusi di atas tanah tiga desa tersebut, dua pemakaman mewah yaitu San Diego Hill dan Lestari Memorial Park serta lahah sejumlah perusahaan yang berada di KIIC akan turut ikut tereksekusi oleh PT. SAMP. Warga yang mendengar tanahnya akan dieksekusi pun hanya bisa menangis dan pasarah tidak bisa berbuat apapun, kecuali hanya bisa melawan. (en)
Bagikan berita ini :
Comments
1 Comments

+ komentar + 1 komentar

24 Juni 2014 21.27

Smoga wargalah yg menjadi pemenang dan d untungkan ‎​آمين

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -