Ratna Ningrum Pingsan di Pengadilan

KARAWANG, KarawangNews.com – Terdakwa kasus pemalsuan tanda tangan sengketa lahan, Ratna Ningrum, mantan Lurah Margamulya, Kecamatan Karawang Barat jatuh pingsan setelah memaki para aparat polisi yang berjaga di Pengadilan Negeri Karawang, Kamis (12/6/2014) siang. Ratna Ningrum kaget melihat pengamanan yang berlebihan di sidangnya itu.

Saat memasuki halaman kantor Pengadilan Negeri Karawang, Ratna bersama kuasa hukumnya sempat berusaha mengusir aparat yang jumlahnya hampir 4 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Polda Jawa Barat. Ratna histeris kemudian pingsan, dia langsung dibawa ke rumah sakit.

Kendati tidak dihadiri terdakwa, sidang ini tetap berjalan dengan penjagaan ketat anggota kepolisian, bahkan polisi yang berjaga tidak mengijinkan sejumlah kerabat Ratna Ningrum masuk ke ruang sidang, karena ruang sidang dipenuhi polisi dengan pakaian preman.

Kemudian, oleh Hakim Pengadilan Negeri Karawang, Ratna Ningrum divonis hukuman 6 bulan penjara, karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan kesalahan dengan memalsukan tanda tangan Leter C saat ia menjabat Lurah Margamulya.

Sementara itu, Kapolres Karawang AKBP Daddy Hartadi mengatakan, pengamanan dengan jumlah besar ini memang sengaja dilakukan demi menjaga keamanan, karena banyaknya ancaman di setiap ada pertemuan serta sidang-sidang dengan terdakwa Ratna Ningrum. Polisi mengkhawatirkan terjadi kerusuhan massa.

“Kami memang meminta pengamanan lebih dengan menurunkan 800 anggota polisi atau 4 SSK dari Dalmas dan Brimob Polda Jawa Barat dengan senjata lengkap,” jelasnya. (had)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -