Kami Akan Melawan Ketika Kapolres Mengatakan Kami Preman

Warga Menulis
Oleh: Mustopa Bisri
Serikat Petani Karawang (Sepetak)

Kamis (27/6/2014)
Terimakasih atas doa dan dukungan kawan-kawan, saya klarifikasi terkait penembakan, itu memang benar saya tertembak di bagian pinggang sebelah kiri, kondisi sekarang Alhamdulilah sudah membaik. Saya ingin tegaskan, yakinlah setetes darah yang tertumpah ini akan terus melecut semangat kita semua, bersama barisan massa rakyat yang melawan penindasan, ketika kami yang sebagian besar ibu-ibu dan anak-anak berusaha mempertahankan hak atas tanah kami malah dihadapkan dengan 7.000 aparat bersenjata lengkap yang akan merampok tanah kami.

Haruskah kami diam? Tidak! Kami akan terus melawan ketika Kapolres Karawang mengatakan kami adalah preman. Coba bandingkan siapakah yang preman itu? Polisi dengan arogan dan membabi buta menyemprot kami dengan 'water cannon' dan tembakan gas air mata, bahkan dengan tembakan pelurunya, atau kah kami yang hanya ibu-ibu, anak-anak dan para petani tua renta yang jumlahnya hanya ratusan dan hanya mampu berteriak 'Allahu Akbar' dikala kami ditembak peluru-peluru polisi. Hanya binatang yang tidak menangis melihat rakyat miskin dirampok dan diusir dari tanah-tanahnya, tapi dia masih bisa tertawa.

Saya sudah menerima pesan dari Bung Asbar, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda, dia merespon tindakan represif yang akhir-akhir ini diperlihatkan oleh pemerintah terhadap rakyatnya, khususnya kasus konflik agraria di Karawang, menurutnya sejauh ini sudah memakan korban 15 orang, diantaranya 1 petani tertembak, 4 petani ditangkap dan 10 luka-luka dari kaum buruh.

Maka, dengan kejadian itu GMNI Kota Samarinda tanpa mengurangi rasa hormat telah mengajak seluruh elemen pejuang rakyat yang ada di Samarinda dan Indonesia untuk dapat ikut serta dalam aksi solidaritas untuk kawan-kawan yang ada di Karawang. Aksi itu sudah dilaksanakan pada Rabu (25/06/2014) pukul. 14.00 WITA di Gerbang Kampus Universitas Mulawarman.

Tuntutannya yaitu, agar pihak terkait mnegembalikan tanah untuk petani Karawang, kemudian menarik mundur aparat Brimob yang berjaga di Tempat Kejadian Perkara (TKP), lalu supaya polisi membebaskan petani yang ditangkap dan usut tuntas kasus penembakan terhadap petani Karawang. (*)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -