Jokowi Kunjungi Rumah Sejarah Rengasdengklok

KARAWANG, KarawangNews.com - Setelah ditunggu hampir 5 jam, sekitar pukul 23.30 WIB, Senin (16/6/2014), Capres RI Jokowi Dodo akhirnya tiba di Rumah Sejarah Rengasdengklok Djaw Kie Siong, Jokowi langsung disambut antusias warga dan relawan. Setibanya Jokowi di rumah tersebut, Jokowi langsung membacakan deklarasi Piagam Rumah Sejarah.

Isi piagam itu yakni, di rumah ini 69 tahun yang lalu, 16 Agustus 1945, bersama kaum muda, Sokarno dan Hatta akhirnya berani memutuskan Indonesia harus merdeka. Sebagai pemimpin rakyat yang mengetahui sejarah, Jokowi menyatakan tidak gentar. Di rumah yang sama, di Rengasdengklok ini Jokowi menyatakan Indonesia harus benar-benar merdeka. Tugas pemimpin rakyat memerdekakan rakyat dari segala bentuk penindasan, meanjutkan perjuangan para pendiri bangsa, terutama untuk membebaskan rakyat dari kemiskinan dan kebodohan.

Sekarang, sambung Jokowi, kita menghadapi kesempatan untuk menyusun Indonesia yang benar-benar merdeka. Seperti dikatakan Soekarno 'di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekakan rakyat kita, di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekakan hati bangsa kita, di dalam Indonesia medeka kita melatih pemuda kita, agar supaya menadi kuat, di dalam Indonesia merdeka, kita menyenyehatkan rakyat sebaik-baiknya'.

Indonesia merdeka, bukan untuk satu orang, bukan untuk satu golongan, tetapi semua untuk semua. Setiap orang punya hak politik yang sama, tiap-tiap orag boleh memilih bukan karena diintimidasi, tetapi di dalam Indonesia merdeka, yang terpenting adalah lahir demokrasi politik Indonesia yang harus mampu mendatangkan kesejahtraan sosial bagi semua. Kesejahteraan harus bisa dihadirkan bersama dengan sebaik-baiknya, karena rakyat ingin sejahtera.

Di dalam Indonesia merdeka yang dicita-citakan para pendiri bangsa, setiap warga Indonesia memegang prinsip ketuhanan. Segenap rakyat hendaknya ber-Tuhan secara berkebudayaan, yakni dengan tiada egoisme agama. Sudah seestinya Negara Indonesia jadi satu negara yang bertuhan.

Dalam deklarasi itu, Jokowi kembali mengutip amanat Soekarno, 'marilah kita amalkan, jalankan agama dengan cara berkeadaban, ialah menghormati satu sama lain. Ketuhanan yang berkebudayaan, ketuhanan yang berbudi pekerti luhur, ketuhanan yang hormat menghormati satu sama lain'.

"Dalam menyambut pesta demokrasi 9 Juli 2014, saya Joko Widodo, mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk berjuang bersama menjalankan intisari dari Pancasila, yaitu gotong royong, berjuang bersama untuk Indonesia baru yang lebih baik. Gotong royong bukan sekedar identitas bangsa Indonesia, gotong royong adalah keharusan, kewajiban bagi kita semua. Kita selesaikan kerjo, gawe, pekerjaan, amal ini bersama-sama," jelasnya.

Pada deklarasi itu, Jokowi menegaskan, dia sebagai calon presiden rakyat Indonesia menyatakan siap bekerja keras bersama seluruh rakyat untuk mewujudkan Trisakti kemerdekaan, membawa Indonesia merdeka yang berdaulan di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Dia juga menegaskan, sebagai calon presiden rakyat Indonesia, berikrar akan perjuangan Trilayak bagi rakyat pekerja, sekuat tenaga dalam kerja politik, Jokowi akan memperkuat industri nasional, sekaligus bekerja keras untuk memberikan penghidupan yang layak bagi seluruh rakyat pekerja, yaitu buruh dalam negeri, para Tenaga Kerja Indonesia (TKI), tani dan nelayan, para pengajar dan pendidik, termasuk guru-guru honorer, juga seluruh tenaga kesehatan untuk memiliki kerja layak, upah layak dan hidup layak.

Sebagai manusia, aku Jokowi, dia menyadari keterbatasannya, dia tidak akan mampu berjuang sendiri untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Jokowi mengajak segenap rakyat Indonesia dimana pun berada, di seluruh penjuru tana air, inilah saatnya rakyat Indonesia berjuang bersama, bergotong-royong, membanting tulang bersama, memeras keringat bersama, berjuang saling membantu bersama. Amal semua untuk kepentingan semua, inilah yang Soekarno katakan, gotong royong adalah amal semua untuk kepentingan semua, keringat semua untuk kebahagiaan semua, 'holopis kuntul baris' untuk kepentingan bersama.

"Saya Joko Widodo, calon presiden rakyat Indonesia, yang lahir dari rahim rakyat Indonesia, saya adalah bagian dari rakyat Indonesia, saya adalah rakyat Indonesia yang akan menjadi pemimpin rakyat Indonesia. Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia menjadi bagian dalam perjuangan mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan sosial, untuk seluruh rakyat Indonesia. Saya Joko Widodo, mengajak seluruh rakyat Indonesia bergabung bersama bersama dalam satu gerbong perjuangan yang akan kita mulai dan harus kita menangkan pada tanggal 9 Juli 2014," ucapnya.

Kemudian, deklarasi ini ditandatangani Jokowi, calon presiden rakyat Indonesia, dengan disaksikan Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka, Ketua DPD PDI Perjungan Jawa Barat Tubagus Hasanudin, Ketua Bappilu DPC PDI-P Karawang Tono Bahtiar (Jiton), Ketua DPC PDI-P Karawang Karda Wiranata, termasuk sejumla buruh, bidan dan warga yang berkumpul di halaman rumah sejarah tersebut. Usai melihat isi rumah sejarah ini, Jokowi langsung bertolak ke Ponpes At Tarbiyah di Telagasari untuk menemui para kyai Karawang. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -