Jelang Ramadhan, Kampanye Hitam Akan Serang Jokowi

KARAWANG, KarawangNews.com - Jelang memasuki bulan suci Ramadhan, tim sukses pasangan Capres dan Cawapres Jokowi-JK mencium rencana kampanye hitam yang akan disebarkan tim sukses capres lawannya. Untuk mengantisipasi tersebut, tim sukses Jokowi-JK mewanti wanti kepada masyarakat untuk tidak mempercayainya. Hal ini diungkapkan Juru Kampanye Nasional Jokowi-JK, Rike Diyah Pitaloka saat mengunjungi Pasar Cikampek, Minggu (22/6/2014) siang.

Rike berkampanye dengan blusukan ke pasar dan terminal angkutan umum di Cikampek, sebelum ia mengikuti kampanye akbar di Purwakarta. Dalam orasi politiknya, Rike mewanti wanti kepada masyarakat agar tidak mempercayai serangan licik atau fitnah yang rencananya akan disebar lawan politik jelang memasuki bulan puasa.

“Tim sukses mencium gelegat rencana adanya kampanye hitam yang akan ditujukan kepada Jokowi yang akan disebarkan pada bulan Ramadhan nanti,” kata Rieke.

Dalam orasinya Rike juga menyinggung sejumlah kasus korupsi besar yang dilakukan oleh capres lawannya, diantaranya korupsi dana haji yang dilakukan Ketua Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Surya Dharma Ali, korupsi daging sapi oleh mantan Presiden PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Luthfi Hasan Ishaq.

Juga, kasus Centurydan kasus lumpur Lapindo yang hingga kini belum jelas penyelesaianya. Dengan memberikan pandangan-pandangan tersebut Rike berharap masyarakat bisa mengetahui calon presiden mana yang patut dipilih sembari mengajak untuk memilih pasangan Capres Cawapres Jokowi-JK.

Dalam kampanye tersebut Rike juga menyematkan topi bergambar pasangan Capres dan Cawapres Jokowi-JK kepada kepala terminal Cikampek di daulat sebagai ketua tim sukses pasangan Capres Cawapres Jokowi-JK di wilayah terminal dan pasar Cikampek. (had)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -