Jangan Ada Kata 'Wani Piro' Agar Bisa Sekolah

Warga Menulis
Oleh: Teguh Prakasa

MENJELANG pelaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online bagi para lulusan setingkat SMP/MTs tahun pelajaran 2014/2015 yang akan melanjutkan ke sekolah menengah atas atau kejuruan negeri, jalur bina lingkungan kembali disoal oleh beberapa kalangan. Pasalnya, program bina lingkungan pada sistim penerimaan siswa didik online kadang bukan diperuntukan sebagai jalur komunikasi dan informasi,

Ketika PPDB online sudah dianggap matang pada tahun ke dua ini, peruntukan bina lingkungan sudah seharusnya menjadi wadah komunikasi dan informasi bagi peserta yang belum paham tentang pemanfaatan teknologi pada sistim PPDB online.

Sistim online baru digunakan serentak pada sekolah negeri di Kabupaten Karawang pada tahun ajaran lalu, sehingga sentuhan teknologi pada PPDB di setiap sekolah negeri memang membutuhkan jalur bina lingkungan. Artinya, program bina lingkungan menjadi alternatif bagi para peserta didik yang terancam putus sekolah akibat ketidakpahaman pada sistem online.

Program bina lingkungan yang dimaksud pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat ialah menjadikan jalur binling sebagai ruang khusus untuk penyebaran informasi yang akurat dan wadah untuk komunikasi antar sekolah negeri dengan peserta didik baru yang mendaftar, bukan seperti tahun lalu.

Artinya, dengan program bina lingkungan peserta didik perlu harus menyertakan surat keterangan desa tentang domisili atau kartu keluarga, itu akan bertentangan dengan cita-cita kita untuk mencerdasakan bangsa, juga membeda-bedakan hak warga negara sebagai siswa dari daerah setempat atau bukan untuk mendapatkan ilmu pendidikan dari sekolah.

Untuk tahun ajaran 2014/2015 ini, program bina lingkungan seharusnya tidak diberlakukan aktif bersamaan dengan digelarnya PPDB online di tiap sekolah negeri, namun jalur bina lingkungan baru dibuka setelah melewati masa pengumuman sesi pertama. Tentunya, program bina lingkungan diberlakukan sewaktu-waktu dengan kebutuhan tertentu sesuai peruntukannya.

Jangan sampai bina lingkungan menjadi celah PPDB yang telah on line atau berteknologi canggih masih membuka ruang segelintir pihak untuk memanfaatkan hak para pelajar untuk melanjutkan sekolah menjadi sebuah kegiatan bersifat komersil, bahasanya 'wani piro' untuk bangku yang dijual dari sekolah. (*)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -