PPDB Online Karawang Ditangguhkan?

KARAWANG, KarawangNews.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang meminta Pemkab Karawang agar menangguhkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online yang baru dilaksanakan Karawang setahun ini. DPRD melihat, sarana pendidikan di Karawang belum merata, sehingga Pemkab Karawang belum saatnya melaksanakan PPDB Online.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi A DPRD Karawang, H. Warman SE, kepada Bupati Karawang dalam Rapat Paripurna DPRD, Rabu (30/4/2014) di Aula Pemkab Karawang. Diakui H. Warman, jika pendidikan di Karawang sudah merata, boleh dilaksanakan PPDB Online.

“Alasannya, sarana pendidikan belum merata, diantaranya internet, guru dan ruang kelas belum menyeluruh merata di Kabupaten Karawang. Jika ini dilaksanakan, kasihan yang berdomisili jauh, kecuali sarananya sudah menyeluruh,” kata dia.

Dia mencontohkan, SMAN 1 Karawang yang notabene sekolah favorit dan terbaik hanya bisa dimasuki siswa lulusan SMP yang ada di sekitar Karawang kota, sedangkan lulusan SMP di pesisir Karawang tidak bisa masuk, sehingga putra-putri lulusan SMP di daerah pelosok Karawang tidak bisa merasakan menimba ilmu di sekolah favorit, meski nilainya baik. Sehingga, mereka hanya bisa melanjutkan di SMA/SMK negeri yang ada di daerahnya masing-masing.

“Kualitas pendidikan di daerah Karawang belum merata, terutama guru yang di daerah terpencil, sehingga PPDB Online ini tidak adil bagi masyarakat yang di pinggir, padahal mereka punya hak yang sama,” jelasnya.

Usai Rapat Paripurna itu, Bupati Karawang Drs. H. Ade Swara menyatakan, PPDB Online yang baru setahun berjalan ini akan terus dilakukan di tahun ajaran baru berikutnya, karena saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengarahkan semua kabupaten dan kota se-provinsi agar melaksanakan PPDB Online.

“Kalau beda sendiri kita akan malu, karena di beberapa kabupaten/kota se-Jawa Barat akan melaksanakan PPDB Online ini, bahkan ada kabuaten yang hanya memiliki beberapa kecamatan pun tetap melakukan PPDB Online,” jelasnya.

Kata bupati, meski PPDB Online di tahun pertama banyak diprotes, tetapi dia yakin PPDB Online tahun ini akan lebih baik. Untuk melakukan PPDB Online ini, pihaknya hanya akan melakukan perbaikan dan pembenahan.

“Kita akan lihat nanti, saya yakin ini akan jalan. Dasarnya ditangguhkan juga belum cukup alasan, sementara semua kabupaten se-Jabar sudah siap melaksanakan itu. Saya yakin (PPDB Online, red) tetap jalan," kata bupati.

Lebih lanjut bupati menegaskan, Pemkab Karawang tetap optimis bisa mengembangkan pendidikan di daerahnya. Jika pendidikan di kabupaten ini dianggap belum merata, bupati meminta agar semua elemen masyarakat, lembaga pendidikan bersinergi dengan pemerintah daerah, supaya pendidikan bisa merata dan lebih baik.

Dia menganggap, percuma meski kebijakan pemerintah bagus jika tidak didukung semua pihak sesuai dengan porsi dan tupoksi mereka masing masing, harusnya anggapan pesimis itu dihilangkan agar semua pihak bersama pemerintah bisa membangun daerah lebih baik ke depan. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
6 Comments

+ komentar + 6 komentar

13 Juni 2014 16.47

jalan terus pak bupati, dengan PPDB online akan sangat membantu calon peserta didik yang benar2 berkualitas untuk memilih sekolah yang benar. jadi tidak ada namanya murid titipan yang notabene nggak ada kemampuan tapi orangtuanya memaksakan masuk ke sekolah favorit. hilangkan nepotisme di dunia pendidikan agar generasi mendatang lebih berkualitas!!!!!!!

Yth Admin... Untuk di ketahui pa H. Warman bahwa sekolah seluruhnya sudah siap melakukan PPDB Online. Karena setiap masing2 sekolah ada Operator sekolah. Dan juga untuk menghindari kecurangan2 atau pun titipan2 dari oknum2 tertentu. Trims..

Anonim
23 Juni 2014 15.31

ntar anggota dewan ga bisa nitipin lagi kalo sistem ppdb online..

Anonim
1 Juli 2014 10.48

mau daftar servernya down hahahahah, kalau tidak siap jangan dibilang siap.

8 Juli 2014 12.14

kenapa karawang tidak masuk daftar sistem PPDB online...???
apakah karena takut klw masuk SMA Negeri karawang itu masih bayar dengan harga yang fantastik.mohon perhatiannya kepada bupati karawang.kasihan kepada anak yang berprestasi tapi tidak dapat masuk SMA Negeri karawang karena mesti bayar biaya pendaftaran dan sebagainya.dan banyak warga kecil mengeluhkan lebih baik masuk swasta dari pada negeri karena biaya sama aja katanya....

Anonim
11 Juli 2014 08.48

Alhamdulillah..... PPDB online sukses berjalan..... meskipun ditentang ketua Komisi A DPRD..... berarati sekarang siapapun bisa memilih sekolah yang berkualitas.... yang dipinggiran laut atau di atas gunung pun bisa masuk ke kota tentu saja dengan kriteria "kualitas", meskipun dibeberapa daerah selalu ada yang ingin menjadi "penghianat" yang selalu berusaha memaksakan dirinya untuk masuk ke sekolah tertentu dengan menitip dan menyogok demi untuk menggeser anak lain atau mungkin saudaranya sendiri yang nilainya lebih “berhak” disekolah itu, dasar penghianat.......!!! malah banyak juga yang menjalankan bisnis ”penghianat” di PPDB. Anehnya lagi..... banyak orang yang bangga jadi “penghianat.....” salut dan terima kasih kepada Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kab. Karawang.... selanjutnya Bapak tinggal benahi NEM siswa yang selama ini tidak relefan.

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -