DPRD dan Dinsos Provinsi Tinjau Relokasi Rumah Korban Banjir

Deden Darmansah (kanan) bersama rekan Komisi A DPRD dan Dinsos Jabar.
KARAWANG, KarawangNews.com – Kamis (8/5/2014) siang, sejumlah Anggota DPRD termasuk Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat meninjau relokasi rumah di Dusun Sentul, Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, lokasi yang tak jauh dari pemukiman sebelumnya di Kampung Toge yang selalu dilanda banjir tahunan.

Kunjungan ini untuk melihat langsung hasil kerja Anggota Komisi A DPRD Jawa Barat, H. Deden Darmansah yang juga warga Cikampek. Deden sudah merealisasikan relokasi ini bagi 36 kepala keluarga yang rumahnya tergerus banjir di kampung tersebut.

Sejak peletakan batu pertama oleh Bupati Karawang Rabu (12/2/2014) lalu, kini proses pembangunan 36 unit bangunan itu masih dikerjakan, ditargetkan Juni 2014 sudah selesai dan diresmikan langsung Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar.

Diakui Deden, pembangunan relokasi rumah bagi warga Kampung Toge di desa ini dilakukan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi dan kabupaten, dari provinsi diantaranya Dinas Sosial, ESDM, Biro Pengelolaan Barang Daerah, Dinas Pemukiman dan Perumahan termasuk Biro Keuangan, sedangkan dari kabupaten yaitu Dinas Ciptakarya dan Dinas Perindustrian Pertambangan dan Energi.

“Ini bentuk kerja sama gubernur dan bupati,” jelas Deden.

Saat ditinjau, rumah yang baru naik genting itu akan terus dilengkapi fasilitasnya, untuk kenyamanan penghuni agar menjadi rumah layak huni. Perlengkapan yang akan ditambah diantaranya sumur artesis, Penerang Jalan Umum (PJU) dan jalan setapak menuju pemukiman baru ini.

Kata Deden, warga yang mengalami kebanjiran di Kampung Toge berjumlah 75 kepala keluarga, tahap pertama ini Deden baru merealisasikan 36 unit untuk 36 kepala keluarga, sisanya sekitar 39 unit akan dikerjakan tahap kedua.

Dengan begitu, diakhir masa jabatannya di DPRD provinsi tahun ini, Deden berharap ada yang bisa melanjutkan perjuangannya tersebut, agar 39 kepala keluarga juga bisa memiliki rumah layak huni, karena saat ini sejumlah kepala keluarga itu ada yang ‘ngontrak’ rumah. Selain kampung ini, sambung Deden, masih banyak lokasi lain yang harus direlokasi, karena ini merupakan kewajiban pemerintah supaya masyarakat tidak terus menerus dilanda banjir.

“Saat ini, lahan relokasi tersebut masih aset provinsi, kedepannya Insya Allah gubernur dan DPRD akan menyerahkan aset jadi hak milik,” jelas Deden.

Di tempat sama, warga yang mendapat rumah relokasi ini, Jain (65) menyatakan, di rumah sebelumnya dia dan tetangganya selalu mengalami kerugian besar jika banjir menerjang, bahkan banjir bandang terbesar tahun 2013 akibat luapan Sungai Cikaranggelam itu pernah melenyapkan empat rumah sekaligus.

“Setiap banjir, harta benda saya habis, beruntung ada bantuan relokasi ini, saya dan keluarga sudah tidak dicemaskan lagi oleh banjir tahunan itu,” ungkapnya. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -