Aktivis Karawang Laporkan Jaksa ke Polres

KARAWANG, KarawangNews.com – Aktivis pemuda di Karawang, Moris Moy Purba mendatangi Polres Karawang untuk melaporkan tim JPU (Jaksa Penuntut Umum) terkait dugaan pemalsuan surat leter C dengan terdakwa Ratna Ningrum, Rabu (28/5/2014) siang. Moris menuding tim JPU telah melakukan manipulasi keberadaan tujuh orang saksi dalam persidangan kasus tersebut.

Bersama sejumlah tim pengacaranya, Moris di Polres Karawang pukul 13.00 WIB dan langsung masuk ke ruangan Unit Tipiter, selama satu jam lebih Moris berada di dalam ruangan tersebut.

“Yang kami laporkan adalah tim JPU dalam kasus dugaan pemalsuan surat later C, mereka adalah Nirwan, Muhamad Iksan dan Riama Sihite. Pelaporannya berupa perbuatan pidana atas manipulasi saksi dalam tuntutan kasus dugaan pemalsuan surat later C,” kata dia, kepada wartawan.

Ihwal pelaporan, sambungnya, lantaran pihaknya menemukan keganjilan dalam lembar laporan dakwaan atas terdakwa kasus tersebut, yaitu yang dibuat JPU. Dalam laporan tuntutan di lanjutan persidangan kasus tersebut disebutkan tim JPU telah menerima keterangan dari sejumlah saksi di persidangan terkait pemalsuan surat later C yang dilakukan terdakwa.

“Padahal, setelah kami melakukan penelusuran, terdapat tujuh orang saksi yang tertera di laporan itu ternyata tidak pernah hadir atau memberikan keterangan. Bahkan, satu diantara tujuh orang saksi fiktif itu telah meninggal dunia dua tahun lalu,” lanjut Moris.

Diakuinya, yang dilakukan tim JPU tersebut jelas merupakan sebuah bentuk manipulasi.  Jaksa dianggap telah membuat keterangan saksi fiktif dan ini merupakan tindakan pidana. Dalam kaitannya ini, Moris berharap pihak kepolisian bisa menerima dan menindaklanjuti pelaporan yang dilakukannya.

“Tapi tadi pihak penyidik di Unit Tipiter menyatakan kalau mereka belum bisa menerima laporan tersebut, lantaran harus melakukan konsultasi terlebih dahulu, tapi kata mereka dalam waktu dekat akan memberikan kabar,” ujar Moris.

Untuk menegakkan keadilan, tegas Moris, pihaknya tidak hanya sampai pada pelaporan ke Polres Karawang, bahkan kasus ini akan dia bawa ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu Mabes Polri. Kata dia, keadilan harus ditegakkan dan sudah saatnya warga mendapatkan keadilan juga hukum bisa ‘fair’.

Di tepat sama, Kanit Tipiter Polres Karawang, Iptu Gilang Akbar mengatakan, pihaknya bukan menolak laporan tersebut, tetapi laporan tersebut belum bisa diterima lantaran pihaknya harus terlebih dulu melakukan konsultasi.

“Soalnya yang dilaporkan adalah sama-sama aparat penegak hukum. Jadi kami harus melakukan konsultasi terlebih dulu. Dalam waktu dekat kami akan memberikan kabar,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, ribuan warga dari 12 desa di Kecamatan Telukjambe Barat dan sekitarnya, melakukan unjuk rasa di halaman Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri Karawang. Dalam aksinya, warga menuntut jabatan Kepala Kejari Karawang dicopot lantaran teledor dan ada indikasi membiarkan anak buahnya (JPU) melakukan perbuatan melanggar hukum.

Perbuatan melanggar hukum itu adalah dengan membuat laporan saksi fiktif di persidangan kasus dugaan pemalsuan surat later C. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -