Pileg 2014 Momentum Renungan Diri Politisi

KARAWANG, KarawangNews.com - Banyak hal yang terjadi dan tak terduga dalam putaran Pileg 2014, jika berkaca dalam pelaksanaan Pileg 2009. Yang pasti, terutama untuk caleg tak penuhi target suara pemenangan dapil, baik dihadapi setiap kandidat pusat, provinsi atau kabupaten, diakui atau tidak, kini rakyat sudah semakin pintar membaca gerak politisi sehingga ukuran loyalitas tak sekedar memerlukan komitmen 'money politik' untuk pembuktian dukungan keterwakilan di parlemen tersebut.

Jika dianalisa dari hasil rekap sementara hitung perolehan suara, bisa jadi rakyat saat ini lebih pandai menarik simpatik caleg untuk memdorong keseriusan politisi. Misalnya, meski rakyat pemilih sebagian menyerukan tawaran atau bargain  untuk suara dukungan menuju kursi legislatif, buktinya tidak sedikit kandidat yang harus menelan pil pahit akibat realita isi kotak suara menyuguhkan kenyataan yang tak semanis telh mereka berikan sepanjang tahap kampanye. Sebaiknya, justru ada kesan kalau dukungan rakyat lebih menunjukan tren kalau pilihan keterwakilan parlemen harus menyesuaikan latar belakang asal tinggal caleg.

"Pemilu 2009, ada caleg luar daerah yang kita dukung habis-habisan untuk lolos, tetapi setelah duduk di parlemen, uniknya warga pendukung di sini malah seperti tak punya ibu dan bapak. Dan, itu berlangsung sampai Pileg 2014. Makanya, buat saya wajar fenomena itu muncul sekarang. Toh, warga sudah cukup kenyang kalau 5 tahun ke belakang ada aspirasinya yang sama sekali tidak gol dibawa caleg dukungannya," seru seorang pejabat Desa Karyamulya Kecamatan Batujaya, ditemui baru-baru ini.

Kata sumber, kondisi 2009 diyakininya cukup melukai kepercayaan publik di Karawang sehingga trend Pileg 2014, lebih menggambarkan  pemenangan caleg berbagai parpol dimanfaatkan pada pragmatisme mencari saling untung. "Nah kalau demikian, artinya ada pesan tersirat yang ingin ditunjukan rakyat pemilih caleg, barangkali kalau dianalogikan bisa saja ini makna suara rakyat kepada seluruh pelaku politik yang meneriakan kalau rakyat bukan komoditas," jelas pria yang bertubuh kurus  ini. (oz)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -