Pegawai Imigrasi yang Mengatakan 'Bodoh' Ini Kena Batunya

KARAWANG, KarawangNews.com - Akibat pelayanan buruk, seorang pegawai berinisial S bagian ‘costumer service’ Imigrasi Karawang didesak para aktivis untuk tidak bekerja di kantor itu, Jumat (25/4/2014). Pasalnya, pada Kamis (24/4/2014) sekitar pukul 13.30 WIB, seorang aktivis Karawang, Moris Moy yang mengajukan pasport untuk umroh mendapat perlakuan buruk S.

"Mana arogansi kamu yang kemarin itu, ayo, keluarkan lagi di sini," tandas Moris Moy dengan muka berapi-api kepada S di ruang pertemuan di kantor Imigrasi tersebut.

Moris datang didampingi kuasa hukumnya Asep Agustian dan rekan aktivis lainnya, dia meminta supaya S dipindah tugaskan, karena sikapnya dianggap sangat buruk bagi masyarakat Karawang yang butuh pelayanan baik. Bahkan, S dengan lantang menyebut Moris ‘bodoh’, karena saat itu Moris kebingungan mengambil tiket antrian di kantor Imigrasi.

“Saya baru pertama kali bikin pasport, seharusnya mendapat pelayanan baik, saya malah dikatakan ‘bodoh’,” kata Moris.

Aksi para aktivis ini mengejutkan S, dia tidak sadar jika seorang warga Karawang yang kemarin diperlakukan buruk olehnya ini adalah seorang aktivis petani dan buruh yang sangat berpengaruh.

Bahkan, ketika pimpinan Kantor Imigrasi Karawang meminta S memberi keterangan soal kronologis kejadian itu, S bercerita, dalam ceritanya itu seolah dia melayani Moris dengan baik. Tentu saja ucapan S itu membuat para aktivis Karawang ini semakin gerah.

“Pernyataan (S, red) ini, bukti kebobrokan pegawai yang ada di kantor ini, kemarin dia berkata A sekarang berubah C, seolah dia melayani masyarakat dengan baik, padahal busuk,” kata Moris, menyesalkan Kantor Imigrasi Karawang tidak dilengkapi CCTV, padahal itu bukti kuat yang bisa memperlihatkan kejadian buruk yang dialami kemarin.

Diceritakan Moris, sekitar pukul 13.30 WIB dia mendatangi kantor ini untuk mengajukan pasport umroh, tetapi dia dilayani S dengan buruk, bahkan beberapa pertanyaan Moris kepada S mengenai jam pelayanan dan letak pengambil karcis antrian malah dijawab dengan ucapan 'bodoh'.

"Dia seenaknya ngomong dan melayani sambil nelpon dengan kedua kaki di atas meja, perkataannya sangat arogan. Dia pikir dia ini siapa, dia tidak tahu siapa saya, saya Moris,yang kemarin memblokade jalan tol (Karawang-Jakarta, red)," jelas Moris kepada perwakilan Imigrasi yang ada di ruang pertemuan itu.

Mensikapi hal itu, perwakilan pihak Imigrasi Karawang menyatakan akan melaporkan tuntutan itu kepada pimpinannya di kantor wilayah dan para aktivis memberi satu minggu kepada kantor Imigrasi untuk tidak lagi mempekerjakan S di kantor ini.

“Kami ingin ini diproses, sebelum ada tuntutan dan aksi kami berikutnya di kantor ini,” kata aktivis lainnya, Engkos Kosasih.

Para aktivis Karawang ini mengaku geram dengan ulah pegawai yang bobrok seperti S, mereka menyatakan pelayanan yang diterima semua masyarakat Karawang harus baik. Mereka tidak segan melakukan aksi besar agar pegawai seperi S ini tidak ada di daerah Karawang.

“Pelayanan S ini dianggap sebagai akumulasi pelayanan publik Imigrasi. Akhirnya kita jadi tahu, tidak menutup kemungkinan banyak warga diperlakukan buruk seperti yang menimpa pada Moris, tetapi mereka tidak bisa apa-apa,” ucap Engkos.

Aksi di Kantor Imigrasi ini dikawal ketat intel polisi, bahkan di luar berjaga puluhan polisi berseragam untuk mengantisipasi kejadian rusuh, karena para aktivis ini sudah mempersiapkan massa jika mediasi dengan pihak Imigrasi tidak kondusif. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -