Petani Enggan Gunakan Pupuk Kohe

KARAWANG, KarawangNews.com - Pengendalian tanaman padi di Karawang diduga tercium aroma bancakan oleh dinas terkait. Ini terendus semisal pada program SRI tahun 2013 pada program penggelontoran bantuan pupuk kohe.

Setidaknya itu yang tergambar jika mengevaluasi data yang dihimpun di lapangan. Dimana dalam pengadaan pupuk organik jenis kohe, para kelompok tani mengkonfirmasi tidak membelanjakan kebutuhan pupuk tersebut secara langsung, tetapi hanya menerima barang yang dikirim dari seseorang, sehingga sumber daya kelompok tidak dilibatkan.

"Malahan cap kelompok tani saya dipinjam, karena memang orangnya kenal," sebut seorang ketua kelompok tani, menolak disebutkan namanya, Kamis (27/3/2014).

Apa yang dijelaskan petani bisa jadi benar, lantaran Harga Eceran Tertinggi (HET) menurut Permen Pertanian No. 5 Tahun 2013 Pasal 11 No. 2 seharga Rp. 500 per kg. Sedangkan, dinas membeli pupuk kohe mencapai Rp 750 per kg.

"Kami juga terima granul bukan kotoran hewan atau kohe," katanya, menuturkan bantuan kohe yang diterima kelompoknya masih tertimbun dan tidak dipakai hingga tahun 2014 ini.

Dari pantauan di lapangan, bantuan pupuk kohe yang diterima para petani juga bentuknya dalam kemasan yang tidak mencantumkan berat barang, secara faktual saat ditimbang ulang dalam satu karung beratnya bervaratif antara 26 kg - 35 kg, mestinya dalam satu kemasan per karung isi seberat 40 kg. (dw)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -