Membaca Proses Penetapan Tender Pembangunan Aula di Areal Kampung Budaya

Bagian 1
 
KARAWANG, KarawangNews.com - Dari 7 peserta yang memasukan penawaran dan harga penawaran tender Aula Disbudpar Karawang tahun 2013,  yang hanya turun 3% dari HPS, Tim Pokja telah memilih pemenang tender CV. SW, tapi beberapa pihak menilai penetapan  proyek senilai Rp 500 juta tersebut sebuah putusan ‘yang menguntungkan’. Jika demikian, lalu seperti apa  prosesnya yang terjadi? Berikut Laporan Khas Reporter KarawangNews.com, Teguh Prakasa, Rabu (26/3/2014).

Sejatinya, gonjang-ganjing pembangunan lokasi Kampung Budaya di Karawang, bukan lagi rahasia umum jika pada pembangunannya telah menyedot banyak perhatian elemen masyarakat kabupaten setempat akibat di poles beberapa isu tak sedap yang menduga tahapannya tersandung ‘faktor x’. Bukan cuma disebut-sebut tercium bau ‘kongkalingkong’, tetapi perkara molornya pembangunan Kampung Budaya itu pun tidak kalah banyak mengalihkan pandangan berbagai kalangan seperti penegak hukum, pengusaha, aktivis, legislator, termasuk insan media.

Pada sejumlah edisi surat kabar cetak misalnya, Proyek Kampung Budaya yang digagas dengan maksud mendongkrak pendapatan daerah serta wahana pelestarian budaya daerah ini, sempat  mengisi dominan halaman ‘headline’ sejumlah media cetak lokal di Karawang. Malah belakangan, akibat mutasi dan rotasi yang dilakukan Pemkab Karawang, kini pejabat pelaksana teknis terdahulu atau penggantinya terkesan saling lempar tanggungjawab, sehingga kian menunjukan proyek besar yang tidak murah itu ditengarai bermasalah.

Meski perlu dibuktikan, namun koreksi perbandingan persoalannya bisa jadi objektif  jika dievaluasi dengan membaca arah teknis penunjukan lelang pada unit  pelayanan lelang seperti diputuskan oleh tim pokja. (bersambung)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -