Melongok Darsem, TKW yang Lepas Dari Hukuman Pancung di Arab

SUBANG, KarawangNews.com - Ancaman hukuman pancung yang dihadapi Satinah, TKW asal Semarang, Jawa Tengah, mengingatkan kita pada Darsem, mantan TKW asal Subang yang juga terancam hukuman pancung di Arab Saudi.

Bantuan masyarakat luas di tanah air tidak hanya menyelamatkan Darsem dari maut, tapi juga membuat Darsem bergelimang harta. Sayangnya, bantuan materi tersebut membuat Darsem justru lupa, terhadap sejumlah janjinya. Lalu bagaimana kondisi Darsem saat ini, berikut informasinya.

Darsem Binti Dawud Tawar, mantan TKW asal Subang yang sempat menjadi sorotan media pada tahun 2011 lalu, kini menjalani hidup di kampungnya. Ditemui di rumahnya di kampung Truntum, Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Jumat (28/3/2014), Darsem sibuk mengurusi usaha barunya, yakni warung kelontong yang menjual berbagai kebutuhan hidup sehari hari.

Dengan dua orang anak yang dimiliki saat ini, Darsem mengaku hidup bahagia lantaran bisa berkumpul bersama keluarga dan orang tuanya. Menurut Darsem, seluruh dana sumbangan yang ia terima setibanya di tanah air dari para donatur, kini telah habis. Uang tersebut ia gunakan untuk berbagai keperluan.

Sikap Darsem yang menghabiskan seluruh uang sumbangan untuk keperluan dirinya sendiri itu, kurang disukai para tetangganya. Para tetangga menyesalkan sikap Darsem yang terkesan kurang peduli dengan lingkungan sosial. Padahal, sebelumnya keluarga Darsem menjanjikan akan mendermakan sebagian besar uang sumbangan donatur untuk keperluan membantu TKW yang bermasalah dan juga menolong anak yatim.

Darsem Binti Dawud Tawar, adalah mantan TKI yang terjerat kasus pembunuhan pada Desember 2007 di Arab Saudi. Pihak keluarga korban pembunuhan itu akhirnya memberikan maaf setelah pemerintah RI memberikan uang sebesar dua juta riyal atau setara dengan 4,7 miliar rupiah sebagai diyat. Selain terbebas dari hukuman, Darsem juga menerima sumbangan miliaran rupiah dari para donatur di tanah air. [tinjau]
Bagikan berita ini :
Comments
2 Comments

+ komentar + 2 komentar

Anonim
29 Maret 2014 17.17

Mental Jongos bgn percuma di bantu, biarin aja dia mati dipancung dl, gak guna hidup juga, terbukti kan

8 April 2014 08.07

Kita juga lebih baik melihat dengan adil apakah memang hukuman negara lain sesuai kesalahannya dg hukum yg berlaku di tempat kesalahan itu atau tidak, bukan hanya semangat membantu nya di kedepankan dan bukan di bandingkan dg hukum indonesia juga yang kadang tidak tegas.....

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -