GMNI Karawang Peringati Diesnatalis ke-60

KARAWANG, KarawangNews.com - Dalam rangka memperingati Diesnatalis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang ke-60, DPC GMNI Karawang menggelar Diesnatalis ke-60 tersebut dengan kegiatan bernuansa kerakyatan dan kebudayaan, Senin (24/3/2014). Selain menampilkan kesenian-kesenian keraifan lokal, dalam kegiatan yang di gelar di GOR Panatayudha tersebut juga digelar deklarasi Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) yang merupakan organisasi pelajar yang dibentuk oleh GMNI Cabang Karawang. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Karawang H. Ade Swara, MH, Ketua Presidium GMNI Twedi Noviadi dan, anak-anak jalanan GOR Panatayudha yang merupakan binaan GMNI Karawang aktivis OKP.
   
Ketua DPC GMNI Karawang, Dian  Suryana, SP mengatakan, Diesnatalis GMNI ke-60 ini merupakan momentum refleksi dan evaluasi, sampai sejauh mana peran gerakan mahasiswa dalam mengisi pembangunan, terlebih peran GMNI Karawang, karena di GMNI kita diajarkan bukan hanya memahami tentang organisasi dan kaderisasinya. Namun begitu, ada yang lebih penting, yakni menerapkan nilai-nilai ajaran ideologi marhaenisme Bung Karno dalam setiap gerak-gerak perjuangan GMNI Karawang.

"Sering kita mendengar dari masyarakat bahwa mahasiswa hanya bisa demo. Anggapan tersebut kami tampung dan kami jawab bukan dengan ucapan, akan tetapi dengan program-program yang nyata dengan melakukan pendidikan pengajaran anak jalanan yang sudah berjalan selama kurun waktu 5 tahun, kegiatan donor darah dan berbagai kegiatan yang real lainnya,” ucapnya.

Dengan dibentuknya GSNI Cabang Karawang, merupakan perwujudan dalam rangka membantu mengatasi masalah-masalah pelajar di Karawang, karena permasalah tawuran pelajar sampai ada korban jiwa membuat organisasi ini berinsiatif untuk membentuk GSNI Cabang Karawang.

“Mudah-mudahan organisai ini dapat membantu," ujarnya

Selain itu, Dian menjelaskan, kedepan, peran GMNI Karawang bukan hanya akan menyikapi permasalahan-permasalahan pembangunan saja, akan tetapi ada agenda-agenda penting yang akan dijalankan, diantaranya mencanangkan program Mengajar Indonesia Merdeka dan memaksimalkan peran GSNI di Karawang.

"Komitmen kami di GMNI Karawang, bukan hanya kritis dalam menyikapi berbagai kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada masyarakat, akan tetapi hadirnya GMNI Karawang di tengah-tengah masyarakat bisa memberikan manfaat. Jadi, bukan hanya kritis tapi diimbangi dengan program-program yang nyata, karena kritis yang paling tajam ialah memberikan contoh yang baik," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Presidium GMNI Karawang, Twedy Noviadi berpesan, agar GMNI menjadi garda terdepan dalam mengisi pembangunan, tetapi gerakan organisasi ini tentunya harus berlandaskan ajaran marhaenisme. Terlebih bagi GMNI Karawang tantangannya semakin berat, karena Karawang merupaan daerah indutri yang terus mengembangkan pembangunannya.

"Dalam setiap pembangunan, terlebih industrialisasi, pastinya akan ada ekses negatif dan positif, karena ini merupakan hukum yang pasti. Maka dari itu, di tengah pembangunan yang maju dan industrialisasi tersebut, GMNI Karawang harus mengambil peran apabila ada kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada masyarakat," pungkasnya.

Acara ini dipusatkan di Outdoor Lapangan Panggung terbuka GOR Panatayudha, berbagai hiburan seperti Tari Merak, Kesenian Angklung hingga pertunjukan Wayang Cepot dihadirkan di acara ini. Untuk memulai perayaan, Bupati H. Ade Swara memukul gong, sedangkan potong tumpeng dilakukan Ketua GMNI Dian Suryana yang diberikan kepada bupati. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -