Derma Saan Mustopa 'Dirumpi' Warga Karawang

KARAWANG, KarawangNews.com - Bagi sebagian kalangan, aktifitas 'ngerumpi' diidentikkan sebagai kebiasaan yang salah kaprah. Bahkan, tidak sedikit pula yang menilai jika interaksi sosial spontan lagi terbuka ini tidak bermanfaat karena melulu bahan komunikasinya berbuntut liar dan menggiring opini negatif dalam tatanan sosial.

Tapi tidak demikian bagi jemaah ibu-ibu pengajian di Mushola Al Muhajirin di Desa Karayasari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Sebanyak 30 orang ibu-ibu rumah tangga di sana, tepatnya di lingkungan RT 44/19 Dusun Bakanjati, telah memperlihatkan bahwa konsep pengendalian komunikasi sosial yang baik mampu menciptakan kemasan positif terhadap perkembangan lingkup sosial masyarakat, kendati dalam prosesnya memanfaatkan celah yang dinilai minor oleh sebagian kalangan.

Melalui wadah forum pengajian, ibu-ibu yang rata-rata usianya 36 tahun sampai 45 tahun di lingkungan Dusun Bakanjati Karawang ini seakan memperlihatkan 'ngrumpi' sebagai rangkaian aktifitas peristiwa sosial yang bagi sebagian kalangan ditandai kutip tersebut, justru ketika kebiasaannya terstimulan dengan cara tepat dan kontinyu tidak melulu efeknya berbuntut negatif.

Meski tak sempurna, namun prakarsa ibu-ibu pengajian yang sedang mengemas kebiasaan 'ngrumpi' pada pemaduan tema atau tajuk besar dalam acara keagamaan dilingkungan tinggalnya kini, cukup mampu menunjukan bahwa aktifitas sosial yang sekalipun ada dianggap minor, bisa menumbuhkan respon sosial yang berujung positif. Dengan catatan tahapan stimulisasinya perlu diarahkan pada niatan benar dan memilah untuk menghindari pemanfaatannya pada hal tidak benar.

"Tajuk rutinitas "Ngrumpi Pengajian" sengaja diteruskan sebagai wadah silaturahmi warga ibu-ibu di sini. Tetapi juga, digelar bagi pemahaman belajar komunikasi sosial lingkungan kami dengan harapan madhorot bagi seluruh warga kami," ungkap Ny.Mustiroh (45), seorang anggota pengajian aktif acara pengajian rutin mingguan di Mushola AL Muhajirin Karyasari, Senin (24/3/2014).

Dia menyontohkan, salah satu upaya pengembangan aktifitas komunikasi sosial oleh ibu-ibu di lingkungannya untuk reaksi positif sosial ini seperti digelar Sabtu pagi, pekan lalu.

"Mengaji di sesi ngrumpi Pengajian di sini itu, pastinya tidak keluar aturan agama, semua pembelajaran diarahkan evaluasinya untuk memahami mendalami ilmu-ilmu keagaman untuk dikembangkan sebagai bekal serta pedoman aktifitas keseharian warga. Hanya saja, sebagai upaya elaborasi, kami memang mengisi sesi pembahasan berbagai ilmu pengetahuan lainnya yang muatan isinya sesuai norma dan atuiran agama," beber Mustiroh, sambil menyebutkan sesi pengajian ilmu pengetahuan ibu-ibu di lingkungannya tersebut pada pekan ini yaitu membahasa bentuk kepedulian sosial pihak luar yang telah merangkulkan derma ke wilayah tersebut.

"Pekan lalu, kami merefleksi pembahasan sosial kegiatan santunan yang kerap diteruskan dilangsungkan oleh Pak Saan Mustopa anggota DPR RI dari Demokrat, agar wajib dan bisa pula kami lanjutkan sesuai kemampuan sebagai bagian dari refleksi sosial yang diteruskan dalam forum kami,"ungkapnya.

Berbicara ngerumpi, atau umum diketahui sebagai aktifitas diskusi non formal tanpa batas, memang diera kekinian bukan lagi hal asing  ditelinga masyarakat. Dimana ruang publik sekaligus media komunikasi sosial yang spontan lepas dan terbuka ini, uniknya bak primadona dan dimanfaatkan semua kalangan dalam berinteraksi. Tak terkecuali kaum perempuan, aktifitas ngrumpi juga belakangan ini doyan dikerjakan kaum pria walaupun persentasinya relatif kecil.

Tapi sayang, sebagian kalangan ada pula yang lupa untuk tidak menggunakan ruang ini pada hal tidak penting, semisal membicarakan aib pihak lain, memfitnah atau menggunjing, karena untuk menghindari itu, kita perlu sepakat kalau budaya aktifitas ngobrol bebas yang sudah lama jadi kebiasaan umum ini agar dilakukan arahannya dalam interaksi sosial hanya pada pengembangan sosial yang madani.Salah satunya, memanfaatkan kebiasaannya tersebut pada hal yang bermanfaat demi berbagi kebaikan kepada semua orang. (dan)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -