Bupati Himbau Kerawanan Pemilu Diantisipasi Sejak Dini

KARAWANG, KarawangNews.com - Menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) tanggal 9 April 2014 mendatang, Bupati Karawang Drs. H. Ade Swara mengumpulkan semua instansi terkait, diantaranya Komisi Pemilihan Umum (KPU), Polres Karawang, serta Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kamis (27/3/2014). Kata bupati, pada hari pemilihan umum nanti, semua pihak harus mengantisipasi berbagai hal yang mengganggu dari manusia langsung maupun faktor alam.

“Semoga tidak mengalami cuaca buruk saat pesta demokrasi nanti. Kemudian, faktor keamanan seperti terorisme, separatisme, radikalisme, unjuk rasa, konflik komunal, penyalahgunaan senjata api dan bahan peledak untuk hal ini mungkin lebih kepada urusan jajaran kepolisian dan TNI yang lebih paham untuk mengantisipasinya,” kata bupati.

Diakui bupati, faktor lainnya bisa terjadi yaitu mengenai Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang belum selesai, juga soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pemilu serentak. Selain itu, yang perlu dicermati juga mengenai pro-kontra saksi,  ini masuk kepada ranah jajaran KPU.

“Perlu diperhatikan juga distribusi logistik lambat, rendahnya partisipasi masyarakat, netralitas penyelenggara Pemilu, intervensi asing untuk. Ini semua tergantung dari apa yang menjadi tugas pokok masing-masing,” jelas bupati.

Sementara itu, Ketua KPU Karawang, Risza Affiat menyoal Daftar Pemilih Tetap (DPT), pihaknya terkendala banyaknya pendatang baru dari luar Kabupaten Karawang yang sebelumnya juga sudah terdaftar di daerahnya masing masing, kemudian mereka mendaftar lagi Karawang.

“Ini masih menjadi dalam bahasan internal kami, kita disini mempunyai tiga kategori, antara lain DPT,  Daftar Pemilih Khusus (DPK) orang yang tergolong tidak sempat terdaftar, termasuk Daftar Pemilih Tambahan, ini yang secara sederhana diartikan hanya pindah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Selanjutnya, mengenai logistik, kami sudah menerima formulir B, C, D dan E yang nanti akan digunakan di TPS,” ungkapnya.

Hingga kini, KPU sudah menerima lengkap surat suara, sedangkan untuk surat suara yang rusak saat disortir kemarin sudah dilaporkan, tinggal menunggu penggantinya dan di setiap TPS digunakan format lama, yaitu jumlah DPT ditambah 2% cadangan. Kata Risza, di Kabupaten Karawang terdapat 5.600 kotak suara yang terbuat dari kardus dan pihaknya sudah mendistribusikan ke kecamatan yang tidak rawan banjir juga tidak jauh dari jangkauan kota.

“Ada perbedaan pada Pemilu tahun 2014 ini dengan Pemilu 2009, yaitu rekap perhitungan suara di PPK dan PPS dilakukan kembali, ini akan jadi perhatian orang, sehingga tingkat pengamanan dimulai saat itu juga,” jelasnya. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -