Akhirnya PT. Jasa Marga Mau Perbaiki Jalan Interchange

KARAWANG, KarawangNews.com - Akhirnya, setelah diancam warga yang akan memblokade Jalan Interchange Tol Karawang Barat, PT. Jasa Marga bersedia memperbaiki kerusakan jalan tersebut dengan menambal untuk mengurangi kerusakan jalan dan mengatasi kecelakaan yang selalu terjadi di jalan tersebut, pekerjaan tersebut akan dimulai PT. Jasa Marga pada 20 Maret 2014. 

Pernyataan tertulis tersebut disepakati PT. Jasa Marga dan ditanda tangani bersama oleh Asisten Pembangunan Setda Karawang, Drs. H. Ramon Wibawa Laksana, Kepala Dinas Bina Marga Karawang Drs. H. Acep Jamhuri, Deputi General Manajer Jasa Marga, Idharudin dan Sekretaris Komisi C DPRD Karawang, H. Jimmy Ahmad Zamakhsyari di ruang rapat bupati lantai II, Rabu (19/3/2014) siang.

Pada kesepakatan yang juga dihadiri empat kepala desa itu menyebutkan, awal April 2014 PT. Jasa Marga akan melakukan perbaikn secara permanen pada bagian yang rusak, mulai dari gerbang tol Karawang Barat sampai jembatan dengan panjang jalan sekitar 7,6 kilo meter. Selain itu, pihak Pemerintah Kabupaten dan DPRD Karawang akan membantu proses penyerarah asset ruas jalan akses tol Karawang Barat kepada Kementrian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Setelah dilakukan perbaikan secara permanen, maka pihak PT. Jasa Marga tidak akan melakukan perbaikan pada ruas tersebut lagi.

"Setelah perbikan 7,6 km itu selesai, baru jalan itu dilimpahkan ke kabupaten," ungkap Acep Jamhuri.

Kata dia, hal serupa pernah diungkapkan PT. Jasa Marga, akan memperbaiki jalan tersebut terlebih dahulu sebelum dilimpahkan ke kabupaten, tetapi kenyataannya pada pertemuan terakhir beberapa waktu lalu PT. Jasa Marga malah tidak mau memperbaiki jalan rusak sepanjang 7,6 km, alasannya jalan itu bukan kewenangan PT. Jasa Marga. Padahal, Acep Jamhuri mengakui, PT. Jasa Marga belum pernah melakukan pelimpahan kewenangan atas jalan itu, sehingga jalan itu masih tanggung jawab PT. Jasa Marga.

Di tempat sama, Kepala Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Junaedi menyatakan, semula dia bersama tiga desa lainnya, yakni Desa Sukaluyu, Purwadana dan Desa Sukamakmur akan memblokade Jalan Interchange Tol Karawang Barat, karena warga sudah geram di jalan itu sering terjadi kecelakaan akibat jalannya bolong dan miring, warga pun awalnya sempat meminta Pemkab Karawang memperbaiki jalan ini, tetapi Pemkab Karawang melempar yang bertanggung jawab adalah PT. Jasa Marga.

"Jika PT. Jasa Marga tidak memperbaiki jalan itu, maka jalan itu akan kita blokade, karena selama empat bulan ini sudah empat warga saya tewas akibat kecelakaan di jalan itu," kata Junaedi, kesal.

Diketahui, hasil pertemuan PT. Jasa Marga dengan Dinas Bina Marga Karawang, Rabu (12/3) lalu, PT. Jasa Marga menyatakan lepas tangan soal tanggung jawab perbaikan Jalan Interchange Tol Karawang Barat. Jasa Marga menyatakan hanya berkewajiban memperbaiki jalan itu sepajang 2 km dari 7,6 km antara gerbang tol Karawang Barat hingga jembatan Sungai Citarum. Kendati begitu, Pemkab Karawang akan terus mendesak agar PT. Jasa Marga mengurus jalan sepanjang 7,8 km, sebelum jalan itu dilimpahkan kepada pihak kabupaten.

Usai rapat itu, sejumlah kepala desa berencana akan memblokade jalan sebagai aksi protes kepada PT. Jasa Marga yang tidak bertanggung jawab. Namun, sebelum aksi itu terjadi, PT. Jasa Marga menyanggupi perbaikan jalan itu dan setelah selesai memperbaikinya, PT. Jasa Marga akan menyerahkan kewenangan jalan itu kepada Pemkab Karawang. Sehingga, kedepannya Pemkab Karawang yang akan memperbaiki segala kerusakan jalan ini. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -