PT. Toyota Tanam 260.000 Mangrove di Cilebar

KARAWANG, KarawangNews.com - PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMI) menanam 260.000 batang pohon mangrove di pantai Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kamis (14/11/2013) siang. Secara simbolis, pohon itu ditanam Presiden Direktur PT. TMMIN, Masahiro Nonami, Menteri Lingkungan Hidup Baltazar Kambuaya, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar serta Bupati Karawang Ade Swara.

Dikatakan Baltazar Kambuaya, pemerintah harus mendukung industri agar tetap hidup, namun begitu lingkungan pun harus tetap terjaga. Jika lingkungan rusak, ini akan menjadi ancaman balik bagi masyarakat. Apalagi Karawang ini merupakan kota industri, maka jika semuanya 'mengeroyok' melestarikan pantai, maka pantai bisa terjaga dengan baik.

"Indonesia memiliki mangrove terbesar di dunia, maka kita harus jaga dan penanaman mangrove harus dilakukan secara kontinyu," jelasnya, mengaku apresiasi kepada PT. TMMIN yang sudah membantu mencegah abrasi melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan tersebut.

Menteri meminta pemerintah daerah yang harus menjaga pantai dari kerusakan yang disebabkan abrasi, karena hanya pemerintah daerah yang memahami dan sering melihat kondisi wilayahnya setiap hari.

Sementara itu, Deddy Mizwar menyatakan, abrasi ini bersifat merusak karena beberapa faktor, diantaranya minimnya mangrove di daerah pesisir, sehingga kerusakan pantai ini menjadi ancaman serius jika tidak ada upaya preventif.

"Jika tidak ada upaya pencegahan, lima tahun lagi, ketika kita mengadakan pertemuan, tempatnya tidak akan disini, tetapi di sana," kata dia, sambil menunjuk area sawah, sekitar 100 meter dari pantai yang diperkirakan terancam abrasi.

Dijelaskannya, yang terpenting yaitu upaya dengan melakukan pembinaan masyarakat pantai untuk memelihara pantai. Dia juga menekankan kepada kades dan camat agar membersihkan sampah, karena dia melihat di pantai ini tidak hanya abrasi, tetapi banyak tumpukan sampahnya.

"Hari ini, setelah acara selesai dan kita ngobrol-ngobrol, saya langsung pulang, tidak tahu lagi apa yang akan terjadi besok (di tempat ini, red). Jadi, yang harus berperan aktif untuk menangani pantai adalah masyarakatnya," kata Deddy.

Kendati begitu, aktor film yang terpilih jadi Wakil Gubernur Jawa Barat ini tak bisa mengelak jika ulah manusia pun berperan sebagai perusak lingkungan. Dengan begitu, kini dan seterusnya harus dilakukan tindakan untuk menyelamatkan pantai oleh pemerintah, masyarakat dan pihak swasta.

Bupati Karawang, H. Ade Swara menambahkan, salah satu alasan adanya program ini, karena selama ini program penanaman pohon yang dilaksanakan di Karawang hanya terfokus di wilayah Karawang Selatan saja, padahal di wilayah Karawang Utara pun memerlukan hutan mangrove untuk mencegah abrasi pantai. Desa Pusakajaya ditunjuk sebagai lokasi awal program ini karena komponen masyarakat desa tersebut telah menyatakan siap untuk turut mengembangkan mangrove.

"Persoalan lingkungan hidup ini tak hanya dilimpahkan kepada pemerintah saja, melainkan harus ada keterlibatan masyarakat dan pihak swasta," ucapnya.

Sementara itu, Masahiro Nonami menjelaskan, pihaknya akan terus memberikan CSR penanaman mangrove dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Karawang termasuk daerah lainnya di Indonesia. Penanaman pohon mangrove ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan lingkungan, melainkan juga meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat, khususnya para nelayan.

"Kita akan terus memberi kontribusi kepada masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat, selama-lamanya," ucapnya. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -