Ayah Tega Gagahi Anak Tiri

SUBANG, KarawangNews.com - Nasib naas dialami Bunga (15), putri yang baru lulus SMP ini diperkosa ayah tirinya, Kus (51), ironisnya aksi itu dilakukan saat ibunya menjaga warung di depan rumah.

Kejadian itu dialami gadis Desa  Ciasem Girang, Kecamatan Ciasem saat baru lulus di bangku SMP. Pada satu malam, Kus, yang nota bene ayah tirinya itu masuk ke dalam kamar korban dan langsung membekapnya.

Tanpa punya rasa malu sedikit pun, Kus mengutarakan niatnya untuk menggagahi anak tirinya itu. Dalam kondisi ancaman, Bunga pasrah, meskipun ia sempat melakukan perlawananan. Saat kejadian, ibu Bunga sedang menjaga warung di depan rumahnya. 

"Masuk ke kamar dan langsung membekap saya pakai bantal. Terus dia bilang, bapak ingin gitu," kata Bunga di kantor polisi, Jumat (11/10/2013).

Perbuatan biadab ayah tirinya itu membuat Bunga depresi dan jadi murung. Sehingga ia menceritakan kepada ibunya. Mendengar cerita korban, sang Ibu bak disambar petir di siang bolong.

Bersama ibu dan kakanya, korban melaporkan pelaku ke Polsek Ciasem, kepada petugas Kus mengakui semua perbuatannya. 

"Ah hayang kitu weh. Waktu itu malam hari sebelum hari raya Idul Fitri," kata Kus, mengakui perbuatannya seolah tak berdosa.

Diceritakan Kus, dia sudah lama bercerai dengan istri pertamanya. Pada pernikahan pertama ia dikaruniai tiga orang anak yang semuanya ikut dengan ibunya. Kemudian pernikahan kedua ini dengan ibu Bunga yang sudah menjalin hubungan keluarga selama selama 2,5 tahun. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya ia bekerja sebagai tenaga serabutan.

Apa yang telah diperbuat Kus harus mendapat hukuman yang setimpal. Polisi menyiapkan pasal berlapis yaitu UU Perlindungan Anak dan Perkosaan untuk menjerat Kus. Hukuman 15 tahun penjara sudah menanti Kus. [tinjau]
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -