Saling Ejek, 2 Ormas di Karawang Bentrok

KARAWANG, KarawangNews.com - Dua ormas di Karawang, GMBI (Gerakan Bawah Masyarakat Indonesia) dan BPPKB (Badan Pembinaan Potensi keluarga Besar) Banten saling serang, Sabtu (7/9/2013) pagi, penyebab keributan akibat dipicu masalah spele saling ejek antar kedua ormas. Akibat saring serang itu, sebanyak 10 orang luka bacok dan 3 unit kendaraan roda empat dibakar, serta sebuah gedung milik salah satu ormas hancur.

Ketegangan dua ormas tersebut terjadi sejak Jumat (6/9/2013) malam, hingga Sabtu sekitar pukul 10.00 WIB kedua ormas ini saling serang menggunakan senjata tajam. Keributan Sabtu pagi berawal dari serangan ormas BPPKB Banten ke rombongan ormas GMBI yang sedang dalam perjalanan menuju markas GMBI di Jalan Panatayuda Karawang.

Saat itu rombongan GMBI yang datang dari Purwakata terjebak macet di lampu merah DPRD Karawang, tiba-tiba segerombolan orang BPPKB menyerang mobil itu menggunakan senjata tajam dan membacok seluruh orang yang ada di dalam mobil tersebut dengan parang celurit dan samurai. Akibatnya, sebanyak 10 anggota GMBI yang berada di dalam mobil menglami luka parah dihujani sabetan senjata tajam, bahkan mobil yang ditumpanginya dihancurkan kemudian dibakar.

Berkat kesigapan polisi, 10 orang tersebut bisa diselamatkan dan langsung dilarikan ke RSUD Karawang untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Usai penyerangan tersebut, ormas GMBI membalas serang dengan mendatangi markas BPPKB dan membakar mobil yang sedang diparkirkan di depan markas itu.

Mengantisipasi bentrokan lebih lanjut, puluhan personil polisi melakukan penjagaan ketat di dua markas ormas tersebut termasuk di sejumlah titik rawan bentrok. Dari kejadian ini, belum diketahui kerugian masing-masing pihak dan kerusakan fasilitas umum. (spn)
Bagikan berita ini :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Home | Warga Menulis | Redaksi
Hak Cipta © KarawangNews
Template Created by Tan Erizawa | Published by ApoedCyber | Grup Facebook | Twitter @KarawangNews
- NO PLAGIAT - Dilarang mengutip naskah, mengambil foto dan banner tanpa ijin redaksi -